(2) Muhammad Munir
(3) Henny Batara Maya
*corresponding author
AbstractHubungan bilateral antara Indonesia dan India telah berkembang sejak peristiwa pada tahun 1947 di New Delhi, ketika kedua negara menjalin kerjasama untuk menciptakan perdamaian dunia dan kesejahteraan ekonomi. Dalam perkembangan hubungan ini, perjanjian persahabatan pada tahun 1951 memperkuat komitmen keduanya untuk keluar dari masa penjajahan bangsa-bangsa Barat. Fondasi dasar kerjasama ini adalah persamaan nasib dalam masa penjajahan dan aspirasi untuk membangun tatanan dunia baru yang damai. Kerjasama bilateral semakin kuat dengan peran Indonesia dan India dalam memimpin Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955, dihadiri oleh 29 negara dari Asia dan Afrika. Kemitraan strategis ditandatangani pada tahun 2005, yang meliputi bidang pertanian, perdagangan, teknologi, hukum, pendidikan, dan pertahanan, mempercepat perkembangan kerjasama bilateral. Kerjasama maritim antara Indonesia dan India menjadi fokus penting dalam hubungan ini, dengan penandatanganan perjanjian dan kesepakatan tahunan yang memperkuat kerjasama pertahanan dan keamanan maritim. Data menunjukkan peningkatan kerjasama maritim antara 2001-2017, termasuk kerjasama dalam pertahanan, industri kelautan, dan patroli gabungan. Namun, dalam konteks persaingan antara India dan Tiongkok di Samudera Hindia, kebijakan maritim India dapat memiliki dampak signifikan terhadap kepentingan nasional Indonesia. Indonesia melakukan strategi hedging dengan menjalin kerjasama maritim yang intensif dengan kedua negara tersebut, tetap menjaga hubungan baik sambil memperkuat posisinya di wilayah Samudera Hindia.Pengamatan tentang dampak kebijakan maritim India terhadap kepentingan nasional Indonesia menyoroti pentingnya persepsi bersama tentang ancaman dan keamanan maritim. Dengan meningkatnya aktivitas pelayaran dan kriminalitas laut di wilayah Selat Malaka, kerjasama maritim menjadi semakin penting bagi kedua negara untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional.Â
KeywordsKeamanan Maritim India, Kebijakan Keamanan Nasional, Hubungan Bilateral
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i4.2024.1613-1619 |
Article metrics10.31604/jips.v11i4.2024.1613-1619 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Brewster, David. 2015. China and India at Sea:A Contest of Status and Legitimacy in the Indian Ocean. (Australia India Institute, 2015): 12.
Christian Bueger. 2015. “What is Maritime Securityâ€. Journal Marine Policy, Vol. 53 (159-164)
https://indonesiabaik.id/infografis/iora. Diakses pada 08 Juni 2022.
https://www.cfr.org/annual-report-2016
Iwa Husen, 2004. Geografi untuk SLTP kelas III, Bandung: Grafindo Media Pratama.
Junida, Ade Irma. 2015. Indonesia - Tiongkok rintis kerja sama maritim. http://www.antaranews.com/berita/507288/indonesia--tiongkok-rintis-kerja-sama maritim . Diakses pada 08 Juni 2022
Kelsen, Hans. 2011. Teori Umum Tentang Hukum dan Negara, Bandung: Nusa Media (Cetakan Ke-VII penerjemah: Raisul Muttaqien).
Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. 2014. Menlu RI dan Tiongkok Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral. http://www.kemlu.go.id/id /berita/Pages/Menlu RI-dan-Tiongkok-Sepakat-Tingkatkan-Hubungan-Bilateral.aspx. Diakses pada 08 Juni 2022
Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. 2014. Presiden Jokowi Tekankan Kerja Sama Ekonomi dan Maritim dalam Kemitraan ASEAN-RRT. http://www.kemlu.go.id/id/berita/siaran-pers/Pages/Presiden-Jokowi-Tekankan Kerja-Sama-Ekonomi-dan-Maritim-dalam-Kemitraan-ASEAN-RRT.aspx. Diakses pada 08 Juni 2022
Laksamana Pertama (TNI) Edhi Nuswantoro (Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat). 2005. “Kebijakan Terpadu Pengelolaan Keamanan Selat Malakaâ€.
Octavian, Amaruli dan Yulianto, Bayu. 2014. Budaya, Identitas & Masalah Keamanan Maritim. Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia
Tiezzi, Shannon. 2015. Indonesia, China Seal 'Maritime Partnership'. http://thediplomat.com/2015/03/indonesia-china-seal-maritime-partnership/ Diakses pada 08 Juni 2022
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download