(2) M. Zulherawan
*corresponding author
AbstractPendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Kenakalan anak (bullying) ialah “Indikasi sakit secara sosial pada kanak- kanak serta remaja yang diakibatkan oleh wujud ketidakpedulian linkungan sosial, sehingga mereka melakukan tingkah laku yang menyimpang. Sikap kenakalan anak ini menunjukkan bahwa tidak tertanamnya nilai dan norma- norma Sosial. Penelitian ini bertujuan bagaimana peranan dari pihak sekolah terkait kasus bullying yang sering terjadi di SMP N X Indragirihulu serta bagaimana upaya penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan lokasi yang berada di sekolah menengah pertama di Indragirihulu. Berdsarkan hasil penelitian secara langsung, memang maraknya terjadi kasus bullying yang terjdi sehingga sekolah melakukan upaya dengan cara program pelatihan rutin bagi staf dan guru agar meningkatkan kesadaran mereka tentang tanda-tanda bullying yang terjadi hingga cara penanganan dan peranan mereka dalam mencegahnya. Program edukasi khusus juga diberikan kepada mereka agar meningkatkan pemahaman tentang dampak negatif bullying dan memberikan keterampilan dalam menanggapi maupun melaporkan insiden tersebut, serta mmberikan hukuman maupun sanksi yang bisa membuat efek jera terhadap pelaku pembullyan. KeywordsSekolah, Bullying, Siswa
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i4.2024.1469-1479 |
Article metrics10.31604/jips.v11i4.2024.1469-1479 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Helen Cowie and Dawn Jennifer, Penanganan Kekerasan di Sekolah Pendekatan Lingkup Sekolah Untuk Mencapai Praktik Terbaik, (Jakarta: Indeks, 2009), h. 13.
Kartono, Kartini. Patologi Sosial, Kenakalan Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.
Latifah Husein, Profesi Keguruan Menjadi Guru Profesional (Yogyakarta: PT. Pustaka Baru Press, 2017). h. 43
Moeleong, J Lexy. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya..
Ponny Retno Astuti, 2008, Meredam Bullying, Grasindo, Jakarta.
Saidah, Pengantar Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers, 2016). h. 13
Yayasan Jiwa Semai Amini, Bullying mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan (Jakarta : Grasindo , 2008): 2.
Ahmad Baliyo Eko Prasetyo,†Bullying Di Sekolah Dan Dampaknya Bagi Masa Depan Anak,†Jurnal El Tarbawi No 1Vol IV (2011): 20
Hidayati. (2012). Bullying pada anak: Analisis dan alternatif solusi. Jurnal Insan, 14(1), 41–48.
http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/artikel 5-14-1.pdf
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive. Jurnal Kajian,Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Nasir, A. (2018). Konseling Behavioral: Solusi Alternatif Mengatasi Bullying Anak Di Sekolah. KONSELING EDUKASI “Journal of Guidance and Counseling,â€
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download