(2) Ayu Febryani
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan etnik Jawa memercayai adanya warel, mengungkap pengalaman dalam melaksanakan warel, dan menganalisis realitas yang terjadi pada etnik Jawa yang memercayai warel terkait pantangan perkawinan anak kembar di Desa Sambirejo Timur Pasar 7 Tembung, Kecamatan Percut Sei tuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi dengan analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan etnik Jawa memercayai warel yang ditujukan pada pantangan pernikahan anak kembar pada waktu yang bersamaan ialah (1) warel telah membudaya pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur, (2) warel adalah simbol kelanggengan rumah tangga anak kembar Jawa, (3) anak kembar merupakan anak yang lahir dari rahim yang sama pada waktu yang sama, maka dianggap tabu bila perkawinan dilakukan pada waktu yang sama, (4) tidak melaksanakan warel dianggap tidak memahami adat dan adab, (5) melanggar warel akan mendatangkan musibah. Adapun pengalaman etnik Jawa yang memercayai warel ialah rumah tangga berjalan harmonis. Realitas yang terjadi bahwa warel masih menjadi kontrol sosial bagi etnik Jawa dalam memahami makna kehidupan, sehingga masih terus dilaksanakan pada etnik Jawa di Desa Sambirejo Timur.
KeywordsKembar, pantangan, perkawinan, warel
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i4.2024.1428-1434 |
Article metrics10.31604/jips.v11i4.2024.1428-1434 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Brundvand, Jan Harold. 1968. The Study of American Folklore – An Introduction. New York: W.W. Norton & Co. Inc
Clifford Geertz, Tafsir Kebudayaan, Terjemahan Francisco
Budi Hardiman, (Yogyakarta: Kanisius, 2016), Cet. IV, h. 5
Endraswara, S. (2017). Agama Jawa: ajaran, amalan, dan asal usul kejawen . Media Pressindo.
Iswidayanti, S. (2007). Fungsi mitos dalam kehidupan sosial budaya masyarakat pendukungnya (The function of myth in social cultural life of its supporting community). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 8(2).
James, D. (1994). Folklor Indonesia Ilmu, Gosip, Dongeng,
dan lain-lain. Edisi kedua. Jakarta: Profitipers.–1994.–Р, 5-108.
Kluckhohn, F. R., & Strodtbeck, F. L. (1961). Variations in value orientations.
Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Peursen, C. A. Van. (1976). Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Poerwanto, H. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar anggota IKAPI.
Radam, Noerid. 2001. Religi Orang Bukit. Yogyakarta: Yayasan Semesta.
Raharjo,Budi. 2014. Makna Keselamatan Dalam Perspektif Agama-Agama. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Suganda, D.2022. Budaya Sebagai Landasan Kreativitas Seniman. Paraguna, 6(1), 62-73.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D, Bandung, Alfabeta, 201.
Wardani,I,2009.Twibling Rivalry. Jurnal Psikologi vol: 3 Desember 2009. Yogyakarta : UI.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download