PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS

(1) * Timotius Berlian Yogi Ananto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(2) Adi Subiyanto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(3) Yuli Subiakto Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
(4) Wilopo Wilopo Mail (Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.


Keywords


Kewaspadaan, Pemerintah, Masyarakat, Pengurangan Risiko Bencana, Gempabumi.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anam, K., Mutholib, A., Setiyawan, F., Andini, B, A., & Sefniwati, S. (2018). “Kesiapan Institusi Lokal Dalam Menghadapi Bencana Tsunami: Studi Kasus Kelurahan Air Manis dan Kelurahan Purus, Kota Padang.†Jurnal Wilayah dan Lingkungan 6 (1).

Habibullah. (2013). “Kebijakan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas: Kampung Siaga Bencana dan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.†Informasi 18 (2).

Hermon, Dedi (2014). Geografi Bencana Alam. Jakarta: Radja Grafindo Persada Press.

Isnainiati, Nur., Mustam, M., Subowo, A. (2014). “Kajian Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman.†Jurnal of Public Policy and Management Review 3(3).

Kurniayanti, Mizam Ari. (2012). “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Manajemen Bencana.†Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada 1 (1).

Lestari, P., Prabowo, A., Wibawa, A. (2012). “Manajemen Komunikasi Bencana Merapi 2010 Pada Saat Tanggap Darurat.†Jurnal Ilmu Komunikasi 10 (2).

LIPI. (2006). Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Jakarta: LIPI dan UNESCO.

Solikhah, U.S., Suwarno., Sarjanti., E. (2016). “Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Manajemen Bencana Longsor Lahan di Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.†Geo Edukasi 5(1).

Suharna, Hery. (2012). “Berpikir Reflektif (Reflective Thinking) Siswa SD Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Pemahaman Masalah Pecahan.†Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2012.

Syafrizal. (2013). “Tingkat Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Jalur Evakuasi Tsunami Di Kota Padang.†Skripsi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Padang.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

UNICEF. (2018). World Risk Report 2018. Geneva: UNICEF.

Wulansari, M.A.D., Wihardayanto, D. (2017). “Metodologi Penilaian Kualitas Hunian Paska Bencana Sebagai Evaluasi Strategi Rekonstruksi; Analisis Faktual Dan Perseptual.†Langkau Betang 4 (2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.