(2) Nisya Pratiwi Salam
(3) Darwis Panguriseng
(4) Muh. Yunus Ali
*corresponding author
AbstractDrainase perkotaan merupakan sarana atau prasarana yang ada di perkotaan yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Untuk menciptakan daerah kawasan layanan yang aman terhadap genangan air, konsep perencanaan bangunan berwawasan lingkungan perlu di perhatikan. Salah satu Kawasan yang sering terjadinya banjir yaitu di Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar walaupun beberapa upaya penanganan sering dilakukan karena padatnya penduduk warga dan kurangnya daerah resapan menyebabkan drainase tidak mampu menampung air yang berlebihan pada saat musim hujan. Berdasarkan hasil analisis, kondisi saluran drainase yang ada di wilayah ini memerlukan rehabilitasi atau perbaikan yang berwawasan lingkungan, karena masih ada saluran yang tidak berfungsi untuk mengalirkan air limpah maupun limpasan air hujan. Perencanaan pengembangan sistem drainase yang berwawasan lingkungan yang direkomendasikan yaitu penerapan metode bioretensi dengan dimensi 2 m × 23,55 m × 1,5 m dengan kapasitas 0,460 m3/detik > 0,138 m3/detik (Q genangan). Sehingga metode bioretensi ini mampu menampung air limpasan yang terjadi. KeywordsEko Drainase, Bioretensi, Debit Eksisting, Genangan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v11i3.2024.1177-1184 |
Article metrics10.31604/jips.v11i3.2024.1177-1184 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Budinetro, H. S. (2012). Strategi Pengendalian Banjir Kota Semarang. JURNAL SUMBER DAYA AIR, 8(2), 141-156.
Darsono, S. (2007). Sistem Pengelolaan Air Hujan Lokal yang Ramah Lingkungan. SISTEM PENGELOLAAN AIR HUJAN LOKAL YANG RAMAH LINGKUNGAN, 1-8.
Goldman, R. C. and Horne, A. J. 1983. Limnology. Mc. Graw Hill Book company.
HADIHARDJAJA, Joetata. Drainase Perkotaan. Gunadharma: Jakarta, 1997.
Hardjosuprapto, Moh. Masduki. 1999. Drainase Perkotaan.Departmen Pekerjaan Umum Jawa Barat.
Hehanussa, P. E., & Loebis, J. (1992). 25 tahun perkembangan hidrologi di Indonesia. Panitia Nasional Program Hidrologi.
Indarto, Indarto, et al. "Studi Pendahuluan tentang Penerapan Metode Ambang Bertingkat untuk Analisis Kekeringan Hidrologi pada 15 DAS di Wilayah Jawa Timur." Jurnal Agroteknologi 8.02 (2014): 112-121.
Singh, P. V, 1992. Elementary Hydrology. Prentice-Hall Englewood Cliffs, New Jersey.
Suripin, S. (2004). Sistem Drainase Perkotaan tang Berkelanjutan, Edisi Kesatu. Yogyakarta: Andi.
Widianto, Suprayogo, D., Sudarto, Lestariningsih, I.D., 2010. Implementasi Kaji Cepat Hidrologi (RHA) di Hulu DAS Brantas, Jawa Timu. World Agroforestry Centre (ICRAF).https://doi.org/10.5716/WP10338.PDF
Yustika, R.D., Tarigan, S.D., Hidayat, Y., 2012. Simulasi Manajemen Lahan Di Das Ciliwung Hulu Menggunakan Model Swat Simulation Of Land Management In Hulu Ciliwung Use Swat Model. Inform. Pertan. 21, 9.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download