MAKNA DAN NARASI ZIARAH DALAM LENSA GENERASI MUDA: JEMBATAN ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS

(1) * Jakobus Aditya Christie Manggala Mail (Universitas Sanata Dharma, Indonesia)
(2) Carolus Borromeus Mulyatno Mail (Universitas Sanata Dharma, Indonesia)
(3) Rian Antony Mail (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna ziarah ke Candi Ganjuran menurut generasi muda Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan IPA (Intepretative Phenomenological Analysis). Metode tersebut berfokus pada pengalaman yang diperoleh subjek ketika melakukan ziarah ke Candi Ganjuran. Subyek penelitian yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yaitu 4 orang laki-laki dan 7 orang perempuan Remaja Katolik (OMK) yang berdomisili di Yogyakarta, berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menemukan bahwa generasi muda ini memaknai pengalaman berziarah ke Candi Ganjuran, sebagai usaha untuk menemukan ketenangan, selain itu berziarah ke Ganjuran merupakan suatu usaha refleksi-evaluasi apakah selama ini mereka sudah melakukan suatu perjalanan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa berziarah ke Candi Ganjuran merupakan ziarah yang paling favorit bagi kaum muda katolik Yogyakarta, karena akses dekat, suasana tempatnya nyaman, terdapat beragam kuliner, dekat dengan destinasi wisata pantai selatan, dan yang menarik adalah bahwa Candi Ganjuran merupakan tempat yang terasa amat romantis.

Keywords


Candi Ganjuran; Intepretative Phenomenological Analysis; Generasi muda

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v11i1.2024.1-9
      

Article metrics

10.31604/jips.v11i1.2024.1-9 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aritonang, JH and Steenbrink, K. (2008) A History of Christianity in Indonesia. Leiden: Brill.

Bagus Laksana, Albertus. (2016) Muslim and Catholic Pilgrimage Practice: Explorations Through Java. New York : Routledge.

Barry, Wiliam A. SJ. (2016) Berdoa Dengan Jujur. Yogyakarta: Kanisius.

Barthes, Roland. (1957) Mythologies. New York : The Noonday Press.

Danang Bramasti, Antonius. (2015). Dampak Sosial Sebuah Karya Seni Pada Kaum Miskin dan Tertindas Kajian Sosiologis Pada Candi Ganjuran. Junral Patrawidya, Vol.16, No.4.

Danang Bramasti, Antonius. (2016). “Proses Sosial Dalam Pencarian Makna Pada Tempat Peribadatan Katolik Yang Berbentuk Candi Hindu Dengan Studi Kasus Candi Ganjuranâ€. Program Pasca Sarjana Institut Seni Yogyakarta.

Dokumen Konsili Vatikan II. (2012). Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes

Frankl, Viktor E. (1985). Man’s Search For Meaning. New York: Washington Square Press.

Jan Margry, P. (2008). Shrines and Pilgirmage In The Modern World: New Itineraries into the Sacred. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Junigsih, L. (2015). Multikulturalisme di yogyakarta dalam perspektif sejarah. Seminar Dies ke-22 Fakultas Sastra “Pergulatan Multikulturalisme di Yogyakarta dalam Perspektif Bahasa, Sastra, dan Sejarahâ€.

Kazanjian, Christopher J. (2023). Creating Meaning in Young Adulthood: The Self-Actualizing Power of Relationship. New York: Routledge.

KOMSOS Gereja HKTY Ganjuran. (2023). Sejarah candi ganjuran. Ganjuran.org. Diakses dari https://www.gerejaganjuran.org/tentang/candi-ganjuran

Krestanto,H. (2021). Analisis Minat Wisata Rohani di Candi Hati Kduus Ganjuran. Media Wisata, 13 (1).

Martasudjita Pr Emanuel. (2021). Teologi Inkulturasi : Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Mukhijab. (September, 2022). Yogyakarta Mengembalikan “Remiten†dari Mahasiswa. https://regional.kompas.com/read/2022/09/19/10255301/yogyakarta-mengembalikan-remiten-dari-mahasiswa?page=all

Paus Fransiskus. (2019). Seruan Apostolik Pascasinode, Christus Vivit. Jakarta: KWI.

Prayoga, A.P; dkk. (2015). Laporan kunjungan objek sejarah Gereja Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran. Yogyakarta: Insititut Seni Indonesia Yogyakarta.

Rahner, K. (1969). Sacramentum Mundi III. Freiburg-Basel-Wien : Herder.

Soekiman, Djoko. (2000). Kebudayaan Indis. Yogyakarta: Bentang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.