(2) Desi Albert Mamahit
(3) Moch Yurianto
(4) Pujo Widodo
(5) Herlina Juni Risma
(6) Panji Suwarno
*corresponding author
AbstractPariwisata yang terus berkembang di Indonesia menunjukan pariwisata menyeluruh sebagai model pariwisata perseorangan atau organisasi menunjukan felksibelitas dan memungkinkan wisatawan lebih banyak bersingungan langsung dengan budaya masyarakat dan alam disekitarnya. Perubahan ini tercermin diantara sekian banyak wisatawan Indonesia, tertarik pada ekowisata yang memanfaatkan hutan tropis, laut, sungai, pantai, danau dan pemandangan alam lainnya (Fandeli, 1995). Sistem pemeliharaan wisata terumbu karang dan mangrove di pantai Kabupaten Banyuwangi memerlukan keterlibatan masyarakat lokal demi keberhasilan penerapan ekowisata tersebut. Keterlibatan warga lokal sangat memberikan pengaruh untuk mencapai akhir yang diinginkan dalam penerapan ekowisata tersebut. Untuk mencapai tujuan sistem pemeliharaan kawasan ekowisata sangat dipengaruhi oleh dukungan dan partisipasi warga lokal. Strategi kolaborasi antara pemerintah daerah banyuwangi dengan masyarakat pesisir, khususnya untuk mengelola dan membantu melindungi ekosistem pesisir, merupakan strategi yang sangat baik dalam menangani permasalahan kerusakan alam.
KeywordsEkosistem Mangrove, Restorasi Terumbu Karang, Ekowisata Maritim
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i11.2023.4914-4927 |
Article metrics10.31604/jips.v10i11.2023.4914-4927 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Dafiudin Salim. 2012. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang Akibat Pemutihan dan Kerusakan. Jurnal Maritim, Volume 5, No.2 ISSN : 1907-9931
Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi. 2017. https://dlh.banyuwangikab.go.id/page/view/struktur-organization diakses pada 10 Maret 2023
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 2001. Identifikasi Mangrove di Taman Nasional Alas Purwo. Balai Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, 2021. Pengertian dan Jenis Mangrove. https://kkp.go.id/djprl/p4k/page/4283-definition-dan-tipe-mangrove diakses pada 10 Maret 2023.
Hadi TA, Giyanto, Prayudha B., Hafizt M., Budiyanto A., dan Suharsono. 2018. Status Terumbu Karang Indonesia 2018. Pusat Penelitian Oseanologi. LIPI.
Sinaga Debora GS. 2017. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang di Pantai Kondang Merak Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Artikel Skripsi 2017 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. FLEX C h ip Sig n al P r o c essor ( M C 68 1 7 5 / D ) , M o to rola , vol . 15, tidak. 3, hal.250-275 , 1996.
Sularno, dkk. 2021. Penanaman Mangrove Rhizopora apiculata dan Bruguiera sp Dalam Upaya Mengurangi Dampak Abrasi dan Erosi Pantai Pematang Kuala Teluk Mengkudu. Jurnal Terbaik. Vol.4 No.2 Hal. 180-187A.
Sumar, 2021. Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Pencegahan Abrasi di Pantai Sabang Ruk Desa Pembaharuan. Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 4 No 1 Bulan Maret 2021.
Widiastiti, Ni Made Ari, I Wayan Arthana, Ida Ayu Astarini. 2021. Strategi Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Kawasan Wisata Perairan Tanjung Benoa dan Jemeluk Amed Bali. Jurnal Ekotrofik • Volume 15 Nomo
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download