(2) Nelly Hutapea
(3) Sthepany Tobing
(4) Yunita Manurung
(5) Parlaungan Gabriel Siahaan
(6) Reh Bungana Br PA
*corresponding author
AbstractKain tenun tradisional merupakan bagian integral dari kekayaan budaya Indonesia yang memancarkan keindahan dan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Secara khusus kain tenun tradisional Tarutung merupakan warisan budaya masyarakat Batak Toba yang memiliki keunikan motif dan warna yang terkandung di dalamnya. Dalam perkembangannya, kain tenun tradisional Tarutung sering kali menjadi objek peniruan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki izin atau lisensi dari pemilik hak cipta atau pemilik gambar aslinya. Kasus-kasus seperti ini yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan produksi dan pengembangan kain tenun Tarutung, serta merugikan para pengrajin dan seniman local. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tinjauan studi pustaka dan pendekatan hukum normative-empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi dengan tokoh masyarakat Tarutung, serta analisis peraturan hukum terkait hak kekayaan intelektual dan warisan budaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelindungan hukum dalam kekayaan intelektual terhadap warna dan motif tenun tradisional Tarutung sebagai indikasi geografis. KeywordsPelindungan hukum; Tenun tradisional; Tarutung, Indikasi geografis
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i10.2023.4814-4824 |
Article metrics10.31604/jips.v10i10.2023.4814-4824 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aris Sudianto, M. S. (2018). Penerapan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam Pemetaan Kerajian Kain Tenun dan Gerabah untuk Meningkatkan Potensi Kerajinan di Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Informatika dan Teknologi , 71-78.
Balis Siagian, S. S. (2021). Pelindungan Hukum Atas Indikasi Geografis Di Kabupaten Tapanuli Utara. JURIS STUDIA: Jurnal Kajian Hukum, 653-663.
Catur Nugroho, R. M. (2023). Wisata Budaya Tenun Tradisional Toba Sibandang (Studi Fenomenologi Penenun Tradisional Toba di Pulau Sibandang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara). Bandung: Telkom University.
Firmando, H. B. (2021). Kearifan Lokal Tenun Tradisional Ulos DalamMerajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 1-18.
Gregorius Saiunudin Dudy, V. S. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Motif dan Pewarna Alami pada Kain Tenun Suku Kemak di Kabupaten Belu. Lex Jumalica , 316-326
Noni Monalisa Manik, R. D. (2023). Makna Fungsi dan Motif Ulos Ragidup Etnik Batak Toba: Kajian Semiotika. Journal of Language Development and Linguistick (JLD)L, 27-38.
Putri Kemala Dewi Lubis, R. R. (2023). Pengembangan Ekonomi Kratif di Kota Tarutung Melalui UMKM Kain Tenun Ulos. Jurnal Ekonomi-Qu , 116-126.
Strategi Adaptaasi Pemasaran Kerajinan Tenun Ulos Pada Pasar Tradisional, Modern dan Online di Tapanuli Utara (Studi di Kota Tarutung). (2020). Jurnal Ekonomi Islam, 22-47.
Takari, M. (2009). Ulos dan Sejenisnya dalam Budaya Batak di Sumatera Utara: Makna, Fungsi, dan Teknologi. Malaysia: Universiti Malaya.
LumbanTobing, L. D. A., Siagian, E. M., & Sihombing, D. R. W. (2022). PENGARUH KUALITAS TENUN TANGAN TARUTUNG TERHADAP SIKAP PEMBELI PADAUD. PARSAULIAN ULOS DAN SONGKET TARUTUNG. Jurnal Darma Agung, 30(3), 1359-1369.
Priyambodo, B. (2022). TA: Perancangan E-Book Ilustrasi Kain Tenun Bima dengan Teknik Digital Vektor sebagai Upaya Pengembangan Kain Tenun Bima (Doctoral dissertation, Universitas Dinamika).
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download