MENGGALI PENYESUAIAN DIRI PENGHAYAT ISLAM KEJAWEN

(1) * Aji Surya Utama Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
(2) Tabah Aris Nurjaman Mail (Universitas Teknologi Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Setiap individu secara inheren terikat dengan aspek budaya yang membentuk identitas mereka. Keberhasilan dalam beradaptasi menjadi kunci penting bagi individu dalam menghadapi tantangan konflik internal maupun eksternal. Kegagalan individu dalam menyesuaikan diri dengan budaya baru dapat menyebabkan mereka mengalami disonansi identitas, yang sering kali mencirikan diri mereka dengan perasaan ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana penghayat kepercayaan Islam Kejawen menyesuaikan diri dengan konteks era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi subjek terdiri dari tiga individu yang mempraktikkan kepercayaan Islam Kejawen, serta dua individu signifikan yang memiliki peran penting dalam kehidupan subjek. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam era modern, penganut kepercayaan Islam Kejawen tidak menutup diri terhadap pengaruh budaya baru dan mampu menampilkan pola penyesuaian diri yang bersifat adaptif. Evaluasi terhadap aspek kematangan emosional, intelektual, sosial, dan tanggung jawab mengindikasikan bahwa pola penyesuaian diri subjek cenderung seragam. Meskipun subjek-subjek ini berasal dari latar belakang kepercayaan yang beragam, temuan penelitian menunjukkan bahwa mereka mengalami kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Faktor utama yang memainkan peran sentral dalam proses penyesuaian diri subjek adalah regulasi diri dan budaya, dengan subjek selalu merujuk kepada nilai-nilai budaya Jawa dan ajaran-ajaran agama Islam.

Keywords


penyesuaian diri; Islam Kejawen

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i9.2023.4509-4516
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i9.2023.4509-4516 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ali, Mohammad & Asrori, Mohammad. (2011). Psikologi Remaja: perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Aminah, A., Sobari, T., & Fatimah, S. (2021). Hubungan Self-efficacy Dengan Kematangan Karier Peserta Didik Kelas Xii Sma. Jurnal Fokus, 4(1), 39–48.

Creswell, Jhon W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dwiyanto, Djoko. (2010). Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Pararaton.

Endraswara, S. (2018). Agama Jawa: ajaran, amalan, dan asal-usul kejawen. Yogyakarta: Narasi.

Fatimah, E. (2008). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Pustaka Setia

Ghufron, M. N. & Risnawita. S. R. (2017). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Med

Harnawidyanto, R., Zubair, A. G. H., & Nurhikmah. (2022). Pengaruh Tingkat Regulasi Diri terhadap Perilaku Cyberloafing pada Aparatur Sipil Negara di Instansi Pemerintahan Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 2(2), 210-218.

Khakam, AA, & Hartosujono, H. (2015). Spiritualitas Umat Islam dalam Kepercayaan Kejawen. Jurnal Roh , 6 (1), 28-34.

Manalu, A. S. (2022). Gambaran tahapan penyesuaian diri pada seniman perupa di Kota Surabaya (Doctoral dissertation, Widya Mandala Surabaya Catholic University).

Matondang, A. (2019). Dampak Modernisasi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat. Wahana Inovasi: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat UISU, 8(2), 188-194.

Murti, Citra Indra. (2020). Gambaran Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Cerdas Istimewa. (Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Semarang: Semarang).

Schneiders, A. A. (1964). Personal Adjustment and Mental Health. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Setianingsih, A. T., Drakel, J. K. A., & Octavina, M. T. (2022). Eksistensi Penghayat Kepercayaan Kejawen Di Tengah Arus Modernisasi. The Indonesian Journal of Social Studies, 6(2), 79-86.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syamsu, Yusuf. (2018). Kesehatan mental : perspektif psikologis dan agama. Bandung :: Remaja Rosdakarya,.

Wulandari, E. (2018). Penguatan nilai budi pekerti melalui tradisi rasulan Gunungkidul. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 2(1), 139-150.

Yasa, S. P. K., & Pratiwi, P. C. (2021). Sanggupkah Kita Bertahan?: Studi Fenomenologi Penyesuaian Diri pada Dewasa Muda yang Berpacaran Beda Agama. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(3), 340-352.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.