(2) Yudiana Indriastuti
*corresponding author
AbstractRebu merupakan sistem kekerabatan yang dimiliki oleh suku Karo yang berasal dari Tanah Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sistem kekerabatan ini membatasi komunikasi yang dapat dilakukan oleh menantu dan mertua yang berlawanan jenis kelamin. Kebudayaan ini dilakukan sejak zaman dahulu oleh masyarakat Karo karena zaman dahulu masyarakat Karo tinggal didalam satu rumah dengan 8 keluarga lainnya sehingga rebu ini diberlakukan agar tidak terjadi hal-hal yan tidak diinginkan seperti perselingkuhan antar keluarga, hubungan sedarah dan rebu ini juga bertujuan untuk membangun rasa segan antar keluarga. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pola komunikasi yang dilakukan mertua dan menantu suku Karo yang ada di Surabaya. Dengan adanya batasan-batasan komunikasi juga interaksi yang dijalin oleh mertua dan menantu tentu saja sangat berlawanan dengan definisi dari komunikasi keluarga dimana frekuensi dan intensitas komunikasi didalam keluarga dapat mempengaruhi kualitas hubungan didalam keluarga. Untuk memperoleh hasil penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi rebu yang dijalin antara mertua dan menantu suku Karo yang ada di Surabaya, dilakukan tidak seperti rebu yang sebenarnya. Pola komunikasi rebu pada masyarakat Karo di Surabaya sudah mengalami modifikasi dan pergeseran nilai sehingga komunikasi dapat dilakukan secara langsung namun tetap dengan sopan santun dan juga rasa segan yang tinggi juga komunikasi dilakukan untuk hal-hal yang penting dan bersifat urgensi. KeywordsBudaya rebu, Komunikasi Interpersonal, Suku Karo, Surabaya
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i8.2023.4115-4120 |
Article metrics10.31604/jips.v10i8.2023.4115-4120 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Bangun, Tridah (1986). Adat dan Upacara Perkawinan Masyarakat Batak Karo. Jakarta: Kesaint Blanc
Bahfiarti, T. (2016). Komunikasi Keluarga (Suatu Pendekatan Keberlanjutan Regenerasi Anak Petani Kakao di Provinsi Sulawesi Selatan).
Bungin, M. Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Goa, L. (2017). Perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(2), 53-67.
Hartono, Sopan Santun dalam Pergaulan, (Bandung: CV. Armico, 2007), 11.
Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif: untuk ilmu-ilmu sosial Jakarta: Salemba Humanika.
Liliweri, Alo. (2019). Pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.
Morrisan. 2010. Psikologi Komunikasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Octavia, Margaretha (2017) STRATEGI IMPRESSION MANAGEMENT PADA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA MENANTU DAN MERTUA (Strategi Impression Management pada Komunikasi Interpersonal Antara Menantu Perempuan dan Mertua Perempuan dalam masa Penyesuaian Awal Pernikahan di Surabaya). Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.
Sartika., Sulistyaningsih, W., Psikologi, P. S., Psikologi, F., Sumatera, U., Jl, U., Medan, P. B., Karo, A. B., & Ii, R. (2012). GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MENANTU DAN. 81–87.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download