*corresponding author
AbstractIndonesia menjadi salah satu contoh negara dengan masyarakat yang masih menganut budaya pronatalis. Akan tetapi, adapun sebagian dari masyarakat yang sejak awal pernikahannya memutuskan untuk tidak memiliki keturunan atau childfree. Pada awal Februari 2023, fenomena sempat menjadi topik hangat di media sosial. Hal ini berawal dari respon seorang influencer bernama Gitasav yang menyatakan kunci awet mudanya karena memilih childfree. Pernyataan tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberitaan mengenai fenomena childfree dibingkai dalam Detik.com dan Tribunnews.com pada periode Februari 2023.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis framing model Robert N. Entman pada dua belas korpus. Hasil penelitian menunjukkan adanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Detik.com dan Tribunnews.com membingkai fenomena childfree secara berbeda. Detik.com menunjukkan adanya kecenderungan pada beberapa tokoh pemerintahan yang tidak setuju dengan pilihan hidup childfree. Hal ini karena childfree tidak sesuai dengan pandangan masyarakat Indonesia yang prontalis. Sedangkan Tribunnews.com cenderung lebih netral dalam memberitakan fenomena childfree. Keberimbangan berita ini dapat terlihat dari komposisi pemilihan narasumber pada beritanya yang tidak condong pada satu pihak saja. KeywordsFraming, Childfree, Media Berita, Pronatalis
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i8.2023.3980-3986 |
Article metrics10.31604/jips.v10i8.2023.3980-3986 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Leliana, I., Herry, H., Suratriadi, P., & Enrieco, E. (2021). Analisis Framing Model Robert Entman tentang Pemberitaan Kasus Korupsi Bansos Juliari Batubara di Kompas.com dan BBCIndonesia.com. Cakrawala - Jurnal Humaniora, 21(1), 60-67. https://doi.org/10.31294/jc.v21i1.10042
Maria, F., Yoanita, D., & Aritonang, A. (2020). Analisis Framing Pemberitaan Afiliasi Politik Basuki Tjahaja Purnama di Tirto.id, Kompas.com, dan Liputan6.com. JURNAL E-KOMUNIKASI, 8(1), 11.
Mingkase, N., & Rohmaniyah, I. (2022). Konstruksi gender Dalam Problematika Childfree Di Sosial media twitter. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 17(2), 201–222. https://doi.org/10.24090/yinyang.v17i2.6486
Musthofa, H., & Putra, D. (2022). Analisis Framing Pemberitaan Kegagalan Penanganan Pandemi COVID-19 Menteri Kesehatan Terawan pada Media Republika.co.id dan Tirto.id. E-Proceeding Of Management, 8(5), 7412.
Oktafriani, Y., & Abidin, Z. (2021). Memaknai Pengalaman Tanpa anak: Studi Fenomenologi Pada Suami-Istri Yang Mengalami infertilitas. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 12(1), 67. https://doi.org/10.24036/rapun.v12i1.111589
Rahayu, N. F. (2022). Keputusan Pasangan Subur Untuk Tidak Memiliki Anak. Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 8(1).
Salahuddin, C. W., & Hidayat, T. (2022). Tinjauan Maslahah Mursalah terhadap Fenomena Childfree. DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum, 20(2), 399-414.
Sapinatunajah, P., & Hermansyah, T. (2022). Analisis Content Influencer Gitasav Pada Statement “Childfree†Dalam Prespektif Islam. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 2(3), 180-186.
Susanti, S., & Nurchayati. (2019). Menikah Tanpa Keturunan: Masalah Psikologis yang Dialami Perempuan Menikah Tanpa Anak dan Strategi Coping dalam Mengatasinya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 6(2), 1
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download