DRAMATURGI IDENTITAS FUJOSHI DALAM MEMUNCULKAN IDENTITAS MELALUI INSTAGRAM DI KELURAHAN SUKAJADI KOTA DUMAI

(1) * Mega Betrinadyan Mail (Universitas Riau, Indonesia)
(2) Resdati Resdati Mail (Universitas Riau, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Sukajadi Kota Dumai ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong para fujoshi menyukai karya fiksi romantis homoseksual atau Boys Love dan mengetahui praktik dramaturgi yang dilakukan oleh para fujoshi dalam kehidupan masyarakat sebagai perempuan heteroseksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima orang yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Dramaturgi menurut Erving Goffman. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor internal yang mendorong para fujoshi untuk menyukai BL adalah adanya rasa penasaran, timbul rasa bosan terhadap cerita romance pada umumnya, dan ketidaksukaan terhadap karakter wanita di cerita romance pada umumnya. Sedangkan faktor eksternalnya adalah media asupan yang beragam, banyaknya pilihan cerita, BL tidak menjadikan wanita sebagai objek seksual, cerita yang realistis, pemain yang tampan. Praktik dramaturgi yang dilakukan fujoshi dalam kehidupan sehari-harinya yaitu menunjukkan identitas fujoshi pada front stage melalui Instagram dengan personal front yang mereka lakukan yang dibantu oleh appearance (penampilan) dan manner (sikap), selain itu mereka juga mengelola kesan dengan setting. Sedangkan identitas perempuan heteroseksual di area back stage dengan menampilkan versi terbaik dari dirinya seperti menikah dengan lawan jenis, menempuh pendidikan di sekolah dan Perguruan Tinggi; menjalankan norma-norma masyarakat dan agama sesuai aturannya, dan mereka juga akan berpura-pura tidak mengetahui perihal BL dan fujoshi, hal ini mereka lakukan agar terhindar dari stigma negatif masyarakat terhadap dirinya

Keywords


Boys Love, Dramaturgi, Fujoshi, Kelurahan Sukajadi

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jips.v10i7.2023.3414-3430
      

Article metrics

10.31604/jips.v10i7.2023.3414-3430 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


eksual; Faktor, Pandangan Kesehatan dan Agama. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 16(1), 120–140. http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/503

Ammar, I. W. (2018). Eksistensi Fujoshi Di Kalangan Pecinta Kebudayaan Jepang [Universitas Sumatera Utara Medan]. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/4603

Ayudyasari, D. (2016). Konstruksi Makna Gay Bagi Penggemar Manga Yaoi (Fujoshi) Pada Anggota Komunitas Otaku Di Pekanbaru. JOM FISIP, 3(2), 103–111.

Firmanningtyas, R. (2019). Dramaturgi Lesbian di Kalangan Mahasiswa. Paradigma, 7(3), 1–6. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/25/article/view/30817

Fitriana, R., Darmawan, D. R., Efriani, E., & Apriadi, D. W. (2021). Gejolak Fujoshi Dalam Media Sosial (Peran Media Twitter Dalam Pembentukan Identitas Kelompok Fujoshi). Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan, 5(2), 228–235.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. In Life as Theater: A Dramaturgical Sourcebook

Helaluddin. (2018). Mengenal Lebih Dekat dengan Pendekatan Fenomenologi: Sebuah Penelitian Kualitatif. ResearchGate, 1–15.

Hidayati, M., & Hidayat, M. A. (2021). Dramaturgi Identitas Perempuan Penggemar Karya Fiksi Homoseksual (Boys Love) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(2), 159. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIIS/article/view/39338

Kartono, K. (2008). Patologi Sosial 2, Kenakalan Remaja. PT Raja Grafindo.

Luqmana, D. (2016). Dramaturgi Gay Karnaval Bromo Batic Carnival di Dalam Masyarakat [Universitas Brawijaya Surabaya]. http://repository.ub.ac.id/id/eprint/122418/

Mahmudah, S. M., & Rahayu, M. (2020). Pengelolaan Konten Media Sosial Korporat pada Instagram Sebuah Pusat Perbelanjaan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.33366/jkn.v2i1.39

Ritzer, G. (2018). Teori Sosiologi Modern (T. B.S. (trans.)). Prenada Group (Divisi Kencana).

Rorong, M. J. (2018). The Presentation Of Self in Everyday Life: Studi Pustaka Dalam Memahami Realitas Dalam Perspektif ERVING GOFFMAN. Jurnal Oratio Directa, 1(2), 119–132. https://www.ejurnal.ubk.ac.id/index.php/oratio/article/view/58

Scott, J. (2021). Teori Sosial: Masalah-masalah Pokok dalam Sosiologi (Setyaningrum (ed.); A. L. Lazuardi (trans.)). Pustaka Pelajar.

Suneki, S., & Haryono. (2012). Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial. Jurnal Ilmiah CIVIS, II(2), 1–2. http://journal.upgris.ac.id/index.php/civis/article/view/456

Susilo, R. K. D. (2020). 20 Tokoh Sosiologi Modern: Biografi para Peletak Sosiologi Modern (A. Q. Shaleh (ed.); 2nd ed.). Ar-Ruzz Media.

Trianda, Y., & Krismayani, I. (2022). Literasi Informasi Relasional Penulis Karya Fiksi dalam Proses Kepenulisan Karya Fiksinya : Sebuah Kajian Systematic Literature Review pada Database Tandofline. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, Dan Informasi, 6(2), 189–204. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva/article/view/14489

Winduwati, S. (2015). Fujoshi Remaja dan Kenikmatan Bermedia YAOI (Studi kasus pada remaja putri penggemar fiksi romantis homoerotis Jepang). Karya Ilmiah Dosen Fikom, Dinamika M, 1–22.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.