(2) Suhirwan Suhirwan
(3) Sutanto Sutanto
*corresponding author
AbstractIndonesia memiliki kedaulatan dan hak berdaulat di Laut Natuna Utara. Dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hak berdaulat di wilayah Laut Natuna Utara terutama pada masa damai, Indonesia melaksanakan upaya pengendalian laut. Namun demikian, pengendalian laut yang dilaksanakan saat ini masih belum optimal karena masih adanya ancaman/kerawanan, belum terbangun unity of effort guna mendukung pengendalian laut secara kolaboratif antara TN AL dan Bakamla RI serta belum efektifnya strategi operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di Laut Natuna Utara. Penelitian ini mengkaji kondisi existing ancaman/kerawanan di Laut Natuna Utara dan kolaborasi TNI AL - Bakamla RI serta merumuskan strategi operasi kolaborasi TNI AL - Bakamla RI dalam mendukung pengendalian laut di Laut Natuna Utara. Penelitian ini menggunakan teori ancaman, teori kolaborasi dan teori strategi serta pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan wawancara terhadap 5 Narasumber yang berasal dari TNI AL dan Bakamla RI. Hasil penelitian ini menyatakan ancaman/kerawanan yang ada di Laut Natuna saat ini antara lain kehadiran kapal pemerintah/perang asing berbendera Vietnam dan China, penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal ikan asing berbendara Vietnam dan anomali pergerakan kapal niaga di Laut Natuna serta potensi ancaman/kerawanan dari kehadiran kapal pemerintah/perang asing berbendera negara NATO dan sekutunya. Selain itu saat ini belum ada operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di Laut Natuna sehingga perlu adanya rumusan strategi operasi kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI di wilayah tersebut dalam rangka menghadapi ancaman/kerawanan yang ada
KeywordsAncaman/kerawanan; Strategi Operasi; Kolaborasi TNI AL dan Bakamla RI; Laut Natuna Utara.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jips.v10i2.2023.762-778 |
Article metrics10.31604/jips.v10i2.2023.762-778 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Budi Karya Sumadi (2018). “Keynote Speech pada acara Focus Group Discussion dan Rapat Kerja Nasional IKA ITSâ€.
Hank Prunckun, (2010). “Hand books of Scientific Methods of Inquiry for Inteligence Analysisâ€.
Ian Speller (2005). The Royal Navy and Maritime Power in the Twentieth Century. London and New York : Frank Cass.
IGB Dharma Agastia (2020). “Menghadapi Milisi Maritim Tiongkok dan Operasi Daerah Abu-abu (Grey Zone Operations) di Laut Cina Selatanâ€.
Liddell Hart, B. H (1967). Strategy London. Faber. 2nd rev ed.
Konvensi SOLAS (Safety Of Life At Sea) Tahun 2000.
Mangisi Simajuntak (2020). “Menolak Klaim Historis China “Nine Dash Line†dan Kewenangan Penegakan Kedaulatan serta Penegakan Hukum di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesiaâ€. Universitas Suryadarma Journal.
Miles, M.B, Huberman,A.M, dan Saldana J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.
Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2007 tentang Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Sosialis Vietnam tentang Batas Landas Kontinen.
Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.
United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Zahra Shalimah (2018). “Strategi Indonesia dalam Menghadapi Klaim Nine Dash Line Tiongkok di Wilayah Perairan Kepulauan Natuna pada tahun 2014-2017â€.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download