Budaya Populer sebagai Instrumen Ideologi: Analisis Pemberitaan Fenomena Pengibaran Bendera One Piece

(1) * Rohmadtika Dita Mail (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, Indonesia)
(2) Eliza Putri Mail (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, Indonesia)
(3) Muhammad Rigel Ashshiddiqi Ali Mail (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi makna dan ideologi dalam pemberitaan fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada media online Tempo.co. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika sosial M.A.K. Halliday melalui tiga unsur, yaitu medan wacana (field of discourse), pelibat wacana (tenor of discourse), dan sarana wacana (mode of discourse). Sepuluh berita dipilih secara purposive dari 57 berita Tempo.co periode Juli–Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co mengonstruksi fenomena tersebut melalui isu kebebasan berekspresi, kritik sosial, legalitas hukum, ancaman pidana, serta relasi masyarakat dan pemerintah dengan menghadirkan beragam perspektif. Simbol One Piece mengalami perluasan makna dari produk budaya populer menjadi simbol identitas, kritik sosial, resistensi, dan aspirasi masyarakat. Dalam perspektif James Lull, budaya populer berfungsi sebagai instrumen ideologi dan arena kontestasi makna antara narasi nasionalisme negara dan pemaknaan alternatif masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya populer dapat direkontekstualisasi sebagai sumber daya komunikasi sosial-politik dalam ruang publik digital.


Keywords


Budaya Populer; Ideologi Media; One Piece; Semiotika Sosial; Tempo.co.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i4.2026.2477-2488
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i4.2026.2477-2488 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV Syakir Media Press.

Althusser, L. (1971). Ideology and ideological state apparatuses. Monthly Review Press.

Aqil, H. L., & Atmojo, D. P. (2025). Politik simbolik dan resistensi kultural anak muda menjelang HUT ke-80 RI: Analisis wacana pengibaran bendera One Piece. Jurnal Nawala Politika, 3(2). https://doi.org/10.24843/jnp.v3i2.461

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.

Dafi, M. A. (2025). Analisis semiotika sosial Halliday pada simbol dan fenomena “Peringatan Darurat” di Indonesia [Skripsi sarjana, Universitas Telkom].

Febriyanti, Z., & Karina, N. R. (2021). Konstruksi berita CNN Indonesia tentang Gibran Rakabuming Raka pasca Pilkada Serentak Kota Solo 2020: Analisis framing perspektif Zhongdang Pan–Gerald M. Kosicki. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(6), 146–155.

Fiske, J. (1989). Understanding popular culture. Routledge.

Goodarzi, M., Fahimifar, A. A., & Daryani, E. S. (2021). New media and ideology: A critical perspective. Journal of Cyberspace Studies, 5(2), 137–162.

Ismandianto, & Isnaini. (2020). Analisis Semiotika Sosial M.A.K Halliday Pemberitaan Kontroversi Kafir di Media Online Kompas.com dan Republika.co.id. Komunikasiana, 2(2), 83-95.

Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana.

Lantowa, J., & Idul, R. (2023). Representasi aksi sosial dalam konstruksi ideologi media berita digital terkait kebijakan pemerintah selama pandemi. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(1), 87–100.

Literat, I., & Kligler-Vilenchik, N. (2021). How popular culture prompts youth collective political expression and cross-cutting political talk on social media: A cross-platform analysis. Social Media + Society. https://doi.org/10.1177/20563051211008821

Lull, J. (2000). Media, communication, culture: A global approach (2nd ed.). Columbia University Press.

Marshella, S., Indasari, F., & Ritonga, M. (2026). Pemaknaan simbol bendera One Piece sebagai bentuk resistensi kultural: Studi fenomenologis pada Komunitas Nakama Palembang. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.47861/tuturan.v4i2.2190

Mola, M. S. R. (2024). Pola penggunaan bahasa dalam berita politik pada media online Tempo.co. Jurnal Jurnalistik dan Media, 2(1), 13–22.

Nadhifah, N. L., Budiman, M., & Tambunan, S. M. G. (2026). K-Pop fan solidarity in Indonesian social discourse: Activism and power resistance. Priviet Social Sciences Journal, 6(1). https://doi.org/10.55942/pssj.v6i1.1101

Nurmiarani, M., Firmansyah, D., & Hariyati, F. (2024). Masa depan media massa di era digital: Peluang, risiko, dan strategi. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana, 30(2), 141–151.

Putra, Y. S., & Riana, I. (2026). The One Piece flag as a silent protest: A semiotic study of popular culture symbolism in contemporary Indonesia. Jomantara Indonesian Journal of Art and Culture, 6(1). https://doi.org/10.23969/jijac.v6i01.31843

Rokhamah et al. (2024). Metode penelitian kualitatif: Teori, metode, dan praktik. Widina Media Utama.

Rusadi, U. (2015). Kajian media: Isu ideologis dalam perspektif, teori dan metode. Rajawali Press.

Sari, I. A. G. U., Apriani, K. D., & Erawan, I. K. P. (2023). Fan activism: Manifestasi aktivisme fandom dalam gerakan keadilan iklim. Jurnal Nawala Politika, 2(1), 377–388.

Storey, J. (2021). Cultural theory and popular culture: An introduction (9th ed.). Routledge.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Jurnal Edu Research, 5(3), 110–116.

Syakira, H. D., Shinkoo, S. H. L., & Aini, A. Z. N. (2024). Pembelokan estetika, protes budaya populer, dan aktivisme digital: Semangka sebagai simbol perlawanan Palestina. Jurnal Hubungan Internasional, 17(1), 157–179.

Toenlioe, A. J. E. (2021). Pendekatan penelitian kualitatif bidang pendidikan: Landasan, teori, dan panduan. Ahlimedia Press.

Wahyuni, S., & Fadillah, N. (2025). Representasi aktor dalam pemberitaan tren “Kabur Aja Dulu” di media Tempo.co: Analisis wacana kritis berbasis korpus. Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya, 5(1), 1–9.

Wibowo, A. (2022). Simbolisme budaya populer dalam kritik sosial di media digital. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 14(2), 45–58.

Widoty, A. R., Yarno, & Suher. (2025). Kritik sosial dalam lagu grup band Feast: Kajian teori M.A.K. Halliday. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(1), 471–486.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.