Pemilu dan Otoritarianisme Baru: Studi Tentang Penyalahgunaan Kekuasaan di Era Demokrasi Elektoral

(1) * Aswin Prayogi Wijaya Mail (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia)
(2) Siti Fatimah Mail (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia)
(3) Muhammad Adib Alfarisi Mail (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini mengkaji secara mendalam praktik penyelewengan kekuasaan dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia pasca-Reformasi 1998. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun demokrasi prosedural telah berjalan, substansinya masih terhambat oleh berbagai pelanggaran sistemik. Temuan utama mengungkap dominasi politik uang, penyalahgunaan sumber daya negara, serta ketidaknetralan aparatur negara oleh petahana. Selain itu, manipulasi rekapitulasi suara dan intimidasi saksi mempertegas kerentanan proses demokrasi pada tahapan krusial. Dari aspek hukum, penegakan sanksi berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 oleh KPU, Bawaslu, dan DKPP terbukti lemah serta selektif terhadap elite politik. Secara sosial-budaya, praktik patronase, klientelisme, dan dominasi oligarki kian memperlemah rasionalitas pemilih. Lemahnya pengawasan sistemik dan minimnya literasi politik juga turut menghambat konsolidasi demokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi kelembagaan pengawasan, penguatan supremasi hukum, serta transformasi budaya politik menjadi strategi mendesak demi mewujudkan pemilu yang bersih, adil, dan demokratis di masa depan.

Keywords


Demokrasi; Pasca Reformasi; Pemilu; Penyelewengan Kekuasaan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i3.2026.2308-2314
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i3.2026.2308-2314 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Al Fatih, S., & Ibrahim, A. (2023). Does the Constitutional Court on local election responsive decisions? Journal of Human Rights, Culture and Legal System, 3(3), 569–596. https://doi.org/10.53955/jhcls.v3i3.74

Aspinall, E., & Mietzner, M. (2020). Democracy for sale: Elections, clientelism, and the state in Indonesia. Cornell University Press.

Aspinall, E., & Sukmajati, M. (Eds.). (2016). Electoral dynamics in Indonesia: Money politics, patronage and clientelism at the grassroots. NUS Press.

Aspinall, E., Fossati, D., Warburton, E., & Mietzner, M. (2020). Elites, masses, and democratic decline in Indonesia. Democratization, 27(4), 505–526. https://doi.org/10.1080/13510347.2019.1680971

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). (2020a). Analisis sengketa hasil Pemilu 2019. Bawaslu RI.

Bawaslu. (2020b). Laporan evaluasi kelembagaan 2020. Bawaslu RI.

Bawaslu. (2020c). Laporan pengawasan Pemilu 2019. Bawaslu RI.

Bawaslu. (2020d). Pedoman teknis pengawasan netralitas ASN dalam Pemilu. Bawaslu RI.

Bawaslu. (2024). Laporan pengawasan Pemilu tahun 2024. Bawaslu RI.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). (2020). Laporan tahunan DKPP 2020. DKPP.

Hernández-Huerta, V. A. (2020). Disputed elections in presidential democracies: Contexts of electoral ‘blackmail’. The Journal of Politics, 82(1), 35–48. https://doi.org/10.1086/705599

Human Rights Watch (HRW). (2019). Politik lokal dan netralitas ASN di Indonesia. HRW.

Indonesia Corruption Watch (ICW). (2020). Pelanggaran Pemilu dan politik uang: Evaluasi penegakan hukum. ICW.

Indonesia Corruption Watch (ICW). (2021). Evaluasi pelaksanaan Sirekap dalam Pilkada 2020. ICW.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (2021). Laporan tahunan KASN tahun 2021. KASN.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). (2020a). Laporan evaluasi Gakkumdu dalam Pemilu 2019. Komnas HAM.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). (2020b). Laporan situasi hak sipil dan politik di Indonesia 2020. Komnas HAM.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (2020). Kajian politik uang dalam Pilkada. KPK.

Komisi Pemilihan Umum (KPU). (2024a). Buku panduan rekapitulasi suara Pemilu 2024. KPU RI.

Komisi Pemilihan Umum (KPU). (2024b). Pedoman penggunaan aplikasi Sirekap dalam Pemilu serentak. KPU RI.

Komisi Pemilihan Umum (KPU). (2024c). Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2024 tentang Status Hasil Sirekap. KPU RI.

Kusumasari, L. (2020). The relationship between votes, campaign funds, and previous winning political parties in the general elections in Indonesia. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 12(5), 157–173.

Levitsky, S., & Way, L. A. (2010). Competitive authoritarianism: Hybrid regimes after the Cold War. Cambridge University Press.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2013). Putusan MK No. 14/PHPU.D-XI/2013.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2019). Putusan MK No. 52/PHPU.D-XVII/2019.

Mietzner, M. (2015). Funding Pilkada: Illegal campaign financing in Indonesia’s local elections. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 34(3), 123–150.

Mietzner, M. (2021). Sources of resistance to democratic decline: Indonesian civil society and its trials. Democratization, 28(1), 161–178. https://doi.org/10.1080/13510347.2020.1796649

Muhtadi, B. (2019). Kuasa uang: Politik uang dalam Pemilu pasca reformasi. Gramedia Pustaka Utama.

Mujani, S., & Liddle, R. W. (2021). Indonesia: Jokowi sidelines democracy. Journal of Democracy, 32(4), 64–78. https://www.journalofdemocracy.org/articles/indonesia-jokowi-sidelines-democracy

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). (2019). Catatan kritis evaluasi Pemilu 2019. Perludem.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). (2024a). Catatan Pemilu 2024: Intimidasi terhadap saksi dan manipulasi rekapitulasi. Perludem.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). (2024b). Indeks kerawanan Pemilu 2024. Perludem.

Republik Indonesia. (2004). Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Riwanto, A., Suryaningsih, I., & Firmandiaz, I. (2024). Preventing electoral fraud in Indonesia: Protecting the social security of election management personnel. Jurnal Media Hukum, 31(1), 1–18. https://journal.umy.ac.id/index.php/jmh/article/view/19361

Said, S. (1998). Militer Indonesia dan politik: Dulu, kini, dan kelak. Pustaka Sinar Harapan.

Slater, D. (2023). What Indonesian democracy can teach the world. Journal of Democracy, 34(1), 95–109. https://doi.org/10.1353/jod.2023.0006


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.