Efektivitas Fungsi Organizing Dalam Program Kampung Iklim (Proklim) Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo

(1) Reza Pramana Mail (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia)
(2) * Syafruddin Syafruddin Mail (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas fungsi organizing dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat dan pegawai Dinas Lingkungan Hidup serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi organizing telah diterapkan melalui pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, serta pengarahan pimpinan. Namun demikian, efektivitas organizing belum optimal karena masih terdapat pembagian tugas yang belum terintegrasi, koordinasi antarinstansi yang belum berkelanjutan, serta pelaksanaan program yang belum merata pada seluruh aspek ProKlim. Program ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dan pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Penguatan koordinasi organisasi dan peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program.

 


Keywords


Fungsi Organizing; Program Kampung Iklim; Efektivitas Organisasi; Lingkungan Hidup

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i2.2026.1599-1605
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i2.2026.1599-1605 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Bloomberg, L. (2014). Public value governance: Moving beyond traditional public administration and the new public management. Public Administration Review, 74(4), 445–456.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.

Handayaningrat. (2018). Pengantar studi ilmu administrasi dan manajemen. Jakarta: Gunung Agung.

Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Pedoman program kampung iklim (ProKlim). Jakarta: KLHK.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

O’Toole, L. J. (2015). Networks and networking: The public administrative agendas. Public Administration Review, 75(3), 361–371.

Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2017). Public management reform: A comparative analysis into the age of austerity (4th ed.). Oxford University Press.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2020). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.

Siagian, S. P. (2018). Fungsi-fungsi manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syafiie, I. K. (2019). Ilmu administrasi publik. Bandung: Pustaka Reka Cipta.

Terry, G. R. (2017). Principles of management. Homewood, IL: Richard D. Irwin.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.