(2) Akhmad Badarudin
*corresponding author
AbstractPenelitian bertujuan mengkaji dinamika implementasi Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan dengan fokus pada Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Posyandu dipengaruhi oleh lima dimensi utama, yaitu aksesibilitas dan pemanfaatan layanan, peran kader Posyandu, partisipasi serta respons masyarakat, kelembagaan dan dukungan pemerintah, serta digitalisasi layanan kesehatan dan hambatan teknologi. Analisis dengan kerangka (Grindle, 1980) memperlihatkan bahwa meskipun substansi kebijakan kesehatan jelas dan terarah, konteks sosial, ekonomi, dan infrastruktur lokal sering kali tidak mendukung, sehingga menimbulkan kesenjangan implementasi. Temuan juga menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur digital, kompetensi kader, serta lemahnya koordinasi kelembagaan menjadi tantangan utama dalam memastikan keberlanjutan program. Namun, di sisi lain, praktik diskresi kader dalam kerangka street-level bureaucracy memungkinkan adaptasi kebijakan sesuai kondisi lokal, meskipun hal ini menyebabkan variasi implementasi. Interpretasi dengan teori difusi inovasi (Rogers, 2003), Technology Acceptance Model (Davis, 1989), dan perspektif governance (Rhodes, 1997) menegaskan pentingnya faktor kompatibilitas teknologi, persepsi manfaat, dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat efektivitas program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader, penyediaan infrastruktur yang inklusif, adaptasi teknologi sesuai konteks pedesaan, serta kolaborasi kelembagaan yang lebih solid merupakan prasyarat penting untuk mengoptimalkan peran Posyandu.
KeywordsDinamika kebijakan; Posyandu; Kesehatan masyarakat pedesaan
|
Article metricsAbstract views : 0 |
Cite |
References
Academy, S. N. (2023). Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pelayanan Stunting. Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan. doi:10.36971/keperawatan.v7i1.135
al, S. A. (2025). valuation of the utilization of the iPosyandu application in enhancing midwives’ competence in early pregnancy detection services: mixed-methods study. International Journal of Women’s Health. doi:DOI: 10.2147/IJWH.S508967
al, S. I. (2023). ndonesian healthcare professionals' experiences in rural and remote primary care settings during COVID-19 (PLOS ONE). doi:https://doi.org/10.1371/journal.pone.0288256
al, S. N. (2024). A systematic review of the types, workload, and supervision mechanism of community health workers: lessons learned for Indonesia. BMC Primary Care (BMC Family Practice / BMC Primary Care). doi:https://doi.org/10.1186/s12875-024-02319-2
Ali. (2024). Ratusan Kader Posyandu Minta Dukungan Internet Gratis Diskominfo. Banjarbaru: Kalimantan Post.
Andersen, R. M. (1995). Revisiting the Behavioral Model and Access to Medical Care: Does It Matter. Journal of Health and Social Behavior.
Aritonang, T. A. (2023). Gubernur Kalsel: Kader posyandu garda terdepan penyuluh kesehatan. Banjarmasin: Antara New.
D, B. M. (2020). rioritising the role of community health workers in the COVID-19 response. BMJ Global Health. doi:https://doi.org/10.1136/bmjgh-2020-002550
David H, P. (2008). Improving Health Service Delivery in Developing Countries: From Evidence to Action. Washington, D.C: World Bank.
Davis, F. D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly. doi:10.2307/249008
Dijk, J. v. (2020). The Digital Divide. Cambridge: Polity Press.
Evi Kurniawati, S. H. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine. doi:10.33143/jhtm.v5i2.442
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach. New York, Boston: McGraw-Hill.
Grindle, M. S. (1980). Politics and Policy Implementation in the Third World. New Jersey: Princeton University Press.
John W Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publications.
Lipsky, M. (1980). Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation.
Muhammad Dedi Widodo, R. R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan JKN di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI).
Peters, D. H. (2009). mproving Health Service Delivery in Developing Countries: From Evidence to Action. Washington, D.C.: The World Bank.
R, S. M., & T, P. (2020). Digitalisasi Data Penimbangan Posyandu Menggunakan Sistem Berbasis Web. Jurnal Sistem Informasi dan Aplikasi Kesehatan (atau Jurnal Sistem Informasi).
Rhodes, R. A. (1997). Understanding Governance: Policy Networks, Governance, Reflexivity and Accountability. Buckingham & Philadelphia: Open University Press.
Rifkin, S. B. (1990). Community participation in maternal and child health/family planning programmes: an analysis based on case study materials. Geneva: World Health Organization.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (Edisi ke-5). New York: Free Press.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (Edisi keenam). California: SAGE Publications, Inc.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



