Analisis Peran ‘ARISE+ Indonesia’ sebagai fasilitator perdagangan antara Uni Eropa dengan Indonesia

(1) Joey Michael Andia Flaurance Mail (UPN "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
(2) Rinatra Bangun Dirja Mail (UPN "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
(3) Muhammad Fahrizal Yusuf Mail (UPN "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
(4) * Adiasri Putri Purbantina Mail (UPN "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa memiliki potensi ekonomi yang strategis, namun seringkali dihadapkan pada tantangan berupa hambatan non-tarif, perbedaan standar regulasi, dan kompleksitas prosedur kepabeanan. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, program ARISE+ Indonesia hadir sebagai inisiatif bantuan teknis yang didanai oleh Uni Eropa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas ARISE+ Indonesia sebagai bentuk Trade Facilitation dalam memperlancar arus perdagangan bilateral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui laporan resmi ARISE+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ARISE+ Indonesia menjalankan peran fasilitasi perdagangan melalui empat komponen utama, yaitu kebijakan perdagangan dan investasi, fasilitasi perdagangan, infrastruktur mutu ekspor, dan Indikasi Geografis (IG). Program ini terbukti berhasil dalam menyelaraskan standar uji laboratorium Indonesia dengan standar UE serta meningkatkan kapasitas UMKM. Kesimpulannya, ARISE+ Indonesia bukan hanya berfungsi sebagai program bantuan, melainkan sebagai trade facilitation yang mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa.

Keywords


ARISE+ Indonesia; Ekspor; Fasilitasi Perdagangan; Hambatan Non-Tarif; Uni Eropa.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i2.2026.%25p
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i2.2026.%p Abstract views : 0

   

Cite

   

References


ARISE+ Indonesia. (2019). Trade facilitation technical assistance. https://ariseplus-indonesia.org/en/our-work/trade-facilitation

ARISE+ Indonesia. (2022). ARISE+ Indonesia Technical Assistance Team: Biannual Progress Report. Jakarta: ARISE+ Indonesia.

Bappenas. (2019). Laporan Kinerja Kementerian PPN/Bappenas. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

BPS. (2023). Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik.

Delegation of the European Union to Indonesia. (2019). EU and Indonesia Launch ARISE Plus Indonesia: A New Support for Trade and Investment. Press Release. Jakarta.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). (2021). Laporan Tahunan DJKI. Kementerian Hukum dan HAM.

European Commission. (2023). European Union, Trade in goods with Indonesia. Directorate-General for Trade.

Fawcett, L. (2004). Exploring regional domains: A comparative history of regionalism. International Affairs, 80(3), 429-446.

Foulkes, T., Austin, E. W., & Djohan, T. I. Z. (2020). Mid term review of the ARISE Plus assistance and executive summary, Jakarta, Indonesia: Final report (Letter of Contract No. 2019/410549). European Commission.

Grainger, A. (2011). Trade facilitation: a conceptual review. Journal of World Trade, 45(1), 5–35.

Hänggi, H. (2000). Interregionalism: empirical and theoretical perspectives. St. Gallen, University of St. Gallen, 1-14.

Hänggi, H. (2000). Interregionalism: Empirical and theoretical perspectives. Dalam J. Rüland, H. Hänggi, & R. Roloff (Eds.), Regionalism and Global Economic Integration: Europe, Asia and the Americas (hlm. 31–48). London: Routledge.

Khorana, S., & Garcia, M. (Eds.). (2018). Handbook on the EU and International Trade. Edward Elgar Publishing.

Manners, I. (2002). Normative power Europe: a contradiction in terms?. JCMS: Journal of common market studies, 40(2), 235-258.

Telò, M. (Ed.). (2007). European Union and new regionalism: regional actors and global governance in a post-hegemonic era. Ashgate Publishing, Ltd..

Nielson, D. L., & Tierney, M. J. (2003). Delegation to International Organizations: Agency Theory and World Bank Environmental Reform. International Organization, 57(2), 241–274.

Pollack, M. A. (1997). Delegation, agency, and agenda setting in the European Community. International Organization, 51(1), 99–134.

Portugal-Perez, A., & Wilson, J. S. (2012). Export performance and trade facilitation reform: Hard and soft infrastructure. World Development, 40(7), 1295–1307.

Putri, A. E. (2019). Diskriminasi Uni Eropa Terhadap Kelapa Sawit Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional.

Ralas, A. (2021). Challenges in the Indonesia-EU CEPA Negotiations.

Sicurelli, D. (2020). External conditions for EU normative power through trade. The case of CEPA negotiations with Indonesia. Asia Europe Journal, 18(1), 57–73.

UNCTAD. (2019). International Classification of Non-Tariff Measures (2019 version). United Nations Conference on Trade and Development.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.