Hubungan Antara Forgiveness dan Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Dewasa Awal Pasca Perselingkuhan dalam Hubungan Berpacaran

(1) Balqis Di'ab Ibthihaq Mail (Universitas Muria Kudus, Indonesia)
(2) * Mochamad Widjanarko Mail (Universitas Muria Kudus, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu pada kualitas hidupnya baik dari aspek kognitif ataupun afektif. Dalam konteks pemulihan pasca perselingkuhan, kombinasi forgiveness dan self-compassion dapat dianggap sebagai mekanisme pemulihan penting yang meningkatkan kesejahteraan subjektif pada dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji secara empiris hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dewasa awal pengguna media sosial TikTok dengan kriteria usia 18-25 tahun, dan memiliki pengalaman perselingkuhan 1-3 tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 100 responden sebagai sampelnya. Pengumpulan data dilakukan melalui skala subjective well-being yang berisi 42 item, skala forigiveness 42 item, dan skala self-compassion 42 item. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi dua prediktor dan product moment. Hasil analisis data diperoleh terdapat hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran yang bernilai positif dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan koefisien korelasi (R=0,679), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Hasil penelitian menyatakan bahwa forgiveness dan self-compassion dari subjek penelitian berpengaruh pada kesejahteraan subjektifnya.

Keywords


Kesejahteraan Subjektif; Forgiveness; Self-Compassion; Dewasa Awal; Perselingkuhan

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i1.2026.%25p
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i1.2026.%p Abstract views : 0

   

Cite

   

References


Adzhani, A. M. (2016). Pengaruh Self-Compassion Terhadap Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Jakarata)

Agustin, A., & Zuroida, A. (2022). Perilaku Memaafkan Dengan Subjective Well-Being Pada Wanita Bercerai. IDEA: Jurnal Psikologi, 6(2), 118–129. https://doi.org/10.32492/idea.v6i2.6207

Anjaly, A. P., Naryoso, A., & Sos, S. (2016). Komunikasi Antar Pribadi Pada Pasangan Romantis Pasca Perselingkuhan. Interaksi Online, 4(2), 1–11.

Cahyarani, I. S. (2024). Recovery Kekecewaan Korban Perselingkuhan Dalam Pacaran Pada Remaja Di Banyumas. Skripsi, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.

Chrisnatalia, M., & Ramadhan, F. A. E. (2022). Kepuasan Hubungan Romantis Pada Wanita Dewasa Awal Yang Menjalin Hubungan Pacaran Jarak Jauh (Studi Deskriptif). Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi, 20(2). https://doi.org/10.47007/jpsi.v20i2.266

Devy, O. C., & Sugiasih, I. (2017). Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Perempuan Korban Kekerasan Dalam Pacaran Ditinjau Dari Rasa Syukur Dan Harga Diri. Proyeksi: Jurnal Psikologi,12(2), 43-52.

Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2018). Advances and Open Questions in the Science of Subjective Well-Being. Collabra: Psychology, 4(1), 15. https://doi.org/10.1525/collabra.115

Febriati, E., & Rahmasari, D. (2024). Hubungan antara Pemaafan dengan Kesejahteraan Psikologis pada Perempuan Dewasa Awal Korban Body Shaming. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 491–505.

Gao, F., Li, Y., & Bai, X. (2022). Forgiveness and subjective well-being: A meta-analysis review. Personality and Individual Differences, 186, 111350. https://doi.org/10.1016/j.paid.2021.111350

Guitar, A. E., Geher, G., Kruger, D. J., Garcia, J. R., Fisher, M. L., & Fitzgerald, C. J. (2017). Defining and distinguishing sexual and emotional infidelity. Current Psychology, 36(3), 434–446.

Jebb, A. T., Morrison, M., Tay, L., & Diener, E. (2020). Subjective Well-Being Around the World: Trends and Predictors Across the Life Span. Psychological Science, 31(3), 293–305.

https://doi.org/10.1177/0956797619898826

Makarim, F. R. (2023). Ini Efek Perselingkuhan Bagi Kesehatan Fisik Dan Mental. Halodoc.Com. https://www.halodoc.com/artikel/ini-efek-perselingkuhan-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental

Nashori, F. (2011). Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan. Unisia, 33(75), 214–226.

https://doi.org/10.20885/unisia.vol33.iss75.art1

Neff, K., & Germer, C. (2017). Self-Compassion and Psychological 27 Well-being. The Oxford handbook of compassion science, 371.

Nugraha, A. D. (2023). Kesejahteraan Subjektif pada Emerging Adulthood Ditinjau dari Self Compassion dan Religiusitas pada Remaja Akhir. Psyche 165 Journal, 189–194.

https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i3.269

Pariartha, N. K. A. M. Y. H., Az Zahra, A. C., Anggini, C. T., & Eva, N. (2022). The Role of Forgiveness and Social Support on Psychological Well Being Among Women in Dating Violence. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(2), 130–143. https://doi.org/10.26740/jptt.v13n2.p130-143

Putri, A. F. (2018). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011

Pyszkowska, A., & Rönnlund, M. (2021). Psychological Flexibility and Self-Compassion as Predictors of Well-Being: Mediating Role of a Balanced Time Perspective. Frontiers in Psychology, 12, 671746. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.671746

Rachmat, M. A. (2025). Kronologi Pria Manipulatif Aniaya Eks Pacar Usai Kepergok Selingkuh. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-7727641/kronologi-pria-manipulatif-aniaya-eks-pacar-usai-kepergok-selingkuh#

Romdhiyah, S. K. (2022). Hubungan Antara Forgiveness Dengan Subjective Well-Being Pada Individu Dewasa Awal Yang Mengalami Perceraian Orang Tua. (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Jakarta) https://repository.mercubuana.ac.id/74758/2/01%20Cover.pdf

Shaleha, R. R. A., & Kurniasih, I. (2021). Ketidaksetiaan: Eksplorasi ilmiah tentang perselingkuhan. Buletin Psikologi, 29(2), 218–230.

Shrout, M. R., & Weigel, D. J. (2018). Infidelity’s aftermath: Appraisals, mental health, and health-compromising behaviors following a partner’s infidelity. Journal of social and personal relationships, 35(8), 1067–1091.

Thalia, T. (2020). Pola Komunikasi Pasutri Dalam Pemulihan Hubungan Pasca Perselingkuhan (Studi Di Lingkungan Pegawai Negeri Sipil Kota Pekanbaru). Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau.

Widarsha, C. S. (2024). Mahasiswi Bondowoso Babak Belur Dianiaya Pacar Gegara Dituduh Selingkuh. DetikJatim. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7564776/mahasiswi-bondowoso-babak-belur-dianiaya-pacar-gegara-dituduh-selingkuh

Xia, M., Fosco, G. M., Lippold, M. A., & Feinberg, M. E. (2018). A Developmental Perspective on Young Adult Romantic Relationships: Examining Family and Individual Factors in Adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 47(7), 1499–1516. https://doi.org/10.1007/s10964-018-0815-8

Zessin, U., Dickhäuser, O., & Garbade, S. (2015). The Relationship Between Self?Compassion and Well?Being: A Meta?Analysis. Applied Psychology: Health and Well-Being, 7(3), 340–364. https://doi.org/10.1111/aphw.12051


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.