Nilai Filosofis Tradisi Tabuik Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Pariaman

(1) * Silvina Tri Dewi Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Siti Fatimah Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(3) Azmi Fitrisia Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji secara aksiologis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Tabuik sebagai warisan budaya di kehidupan sosial masyarakat Pariaman. Tradisi tahunan yang memperingati syahidnya Husain bin Ali di Karbala ini telah mengalami dinamika nilai signifikan, bergeser dari ritual yang sakral menuju komodifikasi pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif, dengan menganalisis sembilan tahapan ritual utama Tabuik mulai dari Mambuek Deraga hingga Tabuik Dibuang Kalauik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tabuik mengandung nilai aksiologi yang kompleks yang terbagi menjadi empat dimensi utama: Religius, Sosial, Estetika, dan Ekonomi. Dialektika nilai Religius dan Ekonomi menjadi fokus, di mana desakralisasi diimbangi oleh fungsi pragmatisnya dalam memperkuat integrasi sosial dan ekonomi lokal Pariaman. Kesimpulannya, nilai filosofis Tabuik bertumpu pada kesetiaan, persatuan komunal, dan utilitas kebudayaan sebagai penggerak pariwisata berkelanjutan.


Keywords


Aksiologi; Pariaman; Tabuik

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jim.v10i1.2026.1-12
      

Article metrics

10.31604/jim.v10i1.2026.1-12 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andoni, Y. (2010). Kesalehan nan Terlampauhi: Desakralisasi Ritus Hoyak Hosen di Pariaman Sumatera Barat. Jurnal Al-Qurba, 114–128.

Arwam, H. (2020). Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35.

Budiono, E. (2025). Pariaman Siap Gelar Pesona Budaya Hoyak Tabuik 2025, Dongkrak PAD dan Ekonomi Lokal. InfoPublik.

Gibran S., M. K. & B. (2015). Tradisi Tabuik di Kota Pariaman. JOM FISIP Journal, 2, 1–14.

Ilham Azzikri, M. (2024). Tradisi Tabuik: Dari Sakral Hingga Komodifikasi. Prokabar.

Irwandi. (2023). Tabuik Pariaman: Harmoni Agama dan Budaya dalam Perayaan Menakjubkan. Good News From Indonesia.

Muhammad, N. S. (2023). Tabuik, Warisan Budaya Islam Sumatera Barat. SOSMANIORA Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2), 234–242. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i2.2013

Revita, R. (2013). Norma Interaksi dalam Masyarakat Minangkabau. ISI Padang Panjang.

Riswadi. (2021). Dampak Pariwisata Bagi Ekonomi Lokal. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Setiadi Elly M., dkk. (2007). Ilmu sosial dan Budaya Dasar (Ed. 2). Kencana Prenada Media Grup.

Taufiq, M. A. (2025). Tabuik Pariaman: Tradisi Tahunan yang Sarat Sejarah dan Nilai Keagamaan. Kumparan.

Today, P. (2025). Prosesi Maambiak Tanah Simbol Awal Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2025. Pariaman Today.

Zulfis. (2001). Dimensi Etika dalam Filsafat Adat Minangkabau. Jurnal Kajian Islam, XI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.