(2) Gina Veranty
(3) Deby Afriyani
(4) Dessy Kurnia Sari
(5) Meme Sentia
(6) Hidayati Hidayati
*corresponding author
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertarungan nilai dalam praktik sosial di tiga model sekolah dasar di Kota Pangkalpinang, khususnya Sekolah Alam Pangkalpinang, SD Negeri 44 Pangkalpinang, dan SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang. Studi ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai sosial dan moral yang terintegrasi dalam praktik pendidikan yang beragam, serta struktur sosial yang memengaruhi bentuk habitus, modal, dan arena di masing-masing sekolah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan wali kelas untuk mengumpulkan data, dan kemudian melakukan analisis data kualitatif melalui model interaktif Miles & Huberman. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa masing-masing sekolah mengembangkan nilai sosial yang berbeda dan strategi reproduksi sosial yang berbeda. Sekolah Alam Pangkalpinang mengembangkan habitus ekologis dan spiritual melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan kegiatan kewirausahaan. SD Negeri 44 Pangkalpinang menekankan kebiasaan disiplin, tanggung jawab, dan cinta lingkungan sebagai habitus sosial warga sekolah. Sementara itu, SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, akademik global, dan karakter religius dalam kurikulum terintegrasi nasional, Al-Azhar, dan Cambridge. Dalam perspektif Bourdieu, praktik sosial pendidikan dari ketiga sekolah mengindikasikan pertarungan nilai antara kapital budaya setempat, religius, dan global, yang berlangsung dalam arena pendidikan dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan adalah arena reproduksi nilai simbolis, di mana sekolah bersaing untuk mendapatkan legitimasi moral dan sosial melalui modal budaya, sosial, dan simbolik yang mereka miliki. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah perlu mengadopsi pendekatan reflektif dan kontekstual dalam penanaman nilai agar dapat menjadi ruang dialog antar nilai dan budaya.
KeywordsPraktik Sosial Sekolah; Pertarungan Nilai; Habitus; Modal; Arena; Pierre Bourdieu.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jim.v10i1.2026.59-65 |
Article metrics10.31604/jim.v10i1.2026.59-65 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Ayu, L. (2024). Pentingkah pendidikan tinggi bagi masyarakat Bangka Belitung?. https://babel.antaranews.com/berita/414705/pentingkah-pendidikan-tinggibagi-masyarakat-bangka-belitung. Diakses 10 Oktober 2025.
Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241–258). Greenwood.
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Stanford University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Grenfell, M. (2019). Pierre Bourdieu: Key Concepts. Routledge.
Hasan, R. (2023). Reproduksi Sosial dan Habitus Pendidikan dalam Era Merdeka Belajar. Jurnal Sosiologi Pendidikan Indonesia, 5(1), 1–15.
Ibrahim, I., Hidayat, A., & Herza, H. (2022). Habituation of Chinese Subculture amid Bangka Malay Domination: The Role-sharing Politics. Society, 10(2).
Lingard, B., & Sellar, S. (2021). The Global Education Race: Taking the Measure of PISA and International Testing. Routledge.
Reay, D. (2020). Habitus and the psychosocial: Bourdieu with feelings. Cambridge University Press.
Sutarman. (2022). Nilai-Nilai Budaya Sekolah Di Sekolah Umum. Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 6(2).
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










Download