PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KADAR GLUKOSA DARAH DI SMA NEGERI BALI MANDARA

(1) * Ni Putu Rahayu Artini Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
(2) Desak Putu Risky Vidika Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
(3) Ayu Saka Laksmita Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
(4) I Wayan Tanjung Aryasa Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
(5) Ni Putu Widayanti Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
(6) Yulidia Iriani L. Mail (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami masalah gizi double burden, yaitu underweight dan overweight. Masalah gizi dapat meningkatkan risiko penyakit rendah BMI seperti malnutrisi, hipoglikemia dan hipotensi. Sedangkan penyakit yang dapat disebabkan karena tingginya BMI dapat berupa obesitas, hiperglikemia, hiperkolesterol, hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan gratis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Bali Internasional dengan sasaran pada siswa, staf dan guru di SMA Negeri Bali Mandara. Pemeriksaan ini menggunakan metode point of care testing (POCT). Hasil pemeriksaan kesehatan siswa SMA Negeri Bali Mandara yang memiliki BMI < 18,5 dengan persentase 13,34%, BMI 18,5-24,9 sebanyak 80% kategori ideal, 6,66% memiliki BMI berlebih. Sedangkan untuk staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara 1 orang memiliki kriteria BMI kurang ideal dengan persentase 2,38%,  BMI ideal dengan persentase 45,23%,  BMI berlebih dengan persentase 40,47% dan BMI kriteria obesitas dengan persentase 11,92%. Berdasarkan parameter kadar glukosa darah, semua siswa SMA Negeri Bali Mandara memiliki kadar glukosa normal. Sedangkan kadar glukosa staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara hanya 4,77% yang memiliki kadar glukosa tinggi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemeriksaan BMI dan glukosa darah dapat digunakan untuk pengecekan status kesehatan.


Keywords


Gizi, berat massa indeks, point of care testing, kadar glukosa darah

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v5i8.2828-2833
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arisman. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Ball., 2001. Associations of physical activity with body weight and Fat in men and women. International Journal of Obesity. 25(3): 914-919.

Depkes RI. 2001. Karakteristik Berat Badan dengan IMT Indonesia. Jakarta:Depkes RI.

Sartika, Ratu Ayu Dewi.2011. Faktor Risiko Obesitas Pada Anak 5-15 Tahun Di Indonesia. Depok: Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Sartika, Sumangkut, Wenny S., Frenly O., 2013. Hubungan pola makan dengan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 di poli interna BLU.RSUP. Prof.Dr.R.D.Kandou Manado.

Supriasa. 2001. Penilaian status gizi. Jakarta : EGC Hal. 59-62.WHO, 2010; Physical Activity. In Guide to Community Preventive Servic.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.