(2) Yuli Apriati
(3) Alfisyah Alfisyah
*corresponding author
AbstractDi masa pandemic covid-19 dilakukan pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada Kesehatan mental lansia. Semua kegiatan yang melibatkan kehadiran banyak orang dihindari, sehingga lansia tidak lagi punya wadah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi termasuk dengan teman sebaya salah satunya di Posyandu Lansia [1]. Oleh karenanya banyak lanjut usia yang merasa kesepian di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini berpengaruh terhadap Kesehatan mental lansia. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui pemberian perhatian dari keluarga yang jauh seperti anak yang sedang merantau. Perhatian tersebut dalam bentuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media komunikasi. Sehingga perlu ada yang memfasilitasi komunikasi online bagi lansia dengan kerabat untuk meminimalkan rasa kesepian yang dialami lansia. KeywordsQuality of Life, Lanjut Usia, Pandemi Covid-19
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v5i6.2195-2200 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
R. Indarwati, “Lindungi lansia dari Covid-19,†Indonesian Journal of Community Health Nursing (Jurnal Keperawatan Komunitas), vol. 5, no. 1, 2020.
S. Sulastri and S. Humaedi, “Pelayanan Lanjut Usia Terlantar Dalam Panti,†2019.
L. Azkia, “Life History : Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera ,†Jurnal Padaringan, vol. 1, no. 3, 2019.
“Panduan Perlindungan Lanjut Usia berperspektif Gender Pada Masa Covid-19,†Jakarta, 2020.
D. Handayani, Y. Hidayat, and L. Azkia, “Kesejahteraan Subjektif Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan,†Jurnal Padaringan, vol. 2, no. 1, pp. 156–163, 2020.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download