(2) Muhammad Farhan Baihaki Rahman
(3) Febrian Febrian
(4) Ilham Yuhendri Saputra
(5) Ruzaini Ruzaini
(6) Muhammad Iqbal Syahputra
(7) Restu Erlangga
*corresponding author
AbstractKomunitas hijrah merupakan ruang sosial keagamaan yang dapat menjadi medium perubahan bagi individu yang berupaya meninggalkan perilaku masa lalu dan membangun kehidupan yang lebih baik. Fenomena tersebut ditemukan pada komunitas hijrah Cah Mbeling Eling Gusti di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, Riau. Pada awal terbentuknya, komunitas ini hanya beranggotakan sekitar 15 orang jamaah yang memiliki kesadaran untuk bertaubat dan memperbaiki kehidupan. Sebagian anggota masih mengikuti pengajian secara sembunyi-sembunyi karena rasa malu dan kekhawatiran terhadap stigma sosial. Kondisi tersebut mengalami perubahan setelah pembinaan dilakukan secara lebih terorganisasi dengan pendampingan langsung ulama atau kiyai. Jumlah jamaah kemudian berkembang hingga sekitar 180 orang. Pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas komunitas melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Community Based Participatory Research (CBPR) dengan memanfaatkan nilai Al-Qur'an dan kearifan lokal sebagai basis transformasi. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli–31 Agustus 2026 melalui tahapan pemetaan partisipatif, pembangunan kepercayaan, identifikasi masalah, perencanaan aksi, pembinaan, evaluasi, refleksi, dan penyusunan strategi keberlanjutan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 30 jamaah inti dengan enam indikator, yaitu pengetahuan keagamaan, kesadaran diri, motivasi hijrah, dukungan sosial, partisipasi komunitas, dan keberdayaan. Data menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 2,70 menjadi 4,35 pada skala 1–5. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pembinaan partisipatif berpotensi menggeser komunitas dari kelompok kecil yang diliputi rasa malu menuju komunitas yang lebih terbuka, suportif, partisipatif, dan berdaya. Transformasi tersebut dirumuskan dalam model “Malu–Aman–Taubat–Belajar–Berubah–Berbagi–Berdaya–Berkontribusi.”
KeywordsKomunitas Hijrah Cah Mbeling Eling Gusti, Pemberdayaan Masyarakat, PAR, CBPR, Kearifan Lokal, Transformasi Sosial.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i10.%25p |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Jamilah, Kadir, N. A., Junaid, S., Nur, S., Parmitasari, R. D. A., Nurdiyanah, Wahyudi, J., & Wahid, M. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Cornish, F., Breton, N., Moreno-Tabarez, U., Delgado, J., Rua, M., Aikins, A. G., & Hodgetts, D. (2023). Participatory action research. Nature Reviews Methods Primers, 3, Article 34. https://doi.org/10.1038/s43586- 023-00214-1
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Minkler, M., & Wallerstein, N. (Eds.). (2008). Community-based participatory research for health: From process to outcomes (2nd ed.). Jossey-Bass.
Wallerstein, N., Duran, B., Oetzel, J. G., & Minkler, M. (Eds.). (2018). Community-based participatory research for health: Advancing social and health equity (3rd ed.). Jossey- Bass.
Wallerstein, N., Oetzel, J. G., Duran, B., Tafoya, G., Belone, L., & Rae, R. (2008). What predicts outcomes in CBPR? In M. Minkler & N. Wallerstein (Eds.), Community-based participatory research for health: From process to outcomes (2nd ed., pp. 371–392). Jossey-Bass.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download