(2) Nurul Aini
(3) Alfia Rachma Sayida
(4) Desti Indriastuti
(5) Iqbal Apriliyanto Setiawan
(6) Novriandri Adi Nugroho
*corresponding author
AbstractPemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan fungsional bernilai ekonomi masih terbatas. Masyarakat belum sepenuhnya memahami pengolahan, formulasi, pengemasan, dan pemasaran produk minuman herbal berbasis daun kelor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi teh herbal fungsional serta mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pola hidup sehat dan peluang ekonomi. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan formulasi dan pengemasan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Tahapan pengolahan meliputi pemilihan, pencucian, pengeringan, penghalusan, formulasi, pengemasan, dan penyimpanan. Kegiatan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghasilkan teh herbal daun kelor yang praktis, higienis, dan bernilai tambah. Peserta mampu menerapkan tahapan pengolahan serta memahami pentingnya kemasan, label, dan strategi pemasaran. Pengembangan teh herbal berbasis daun kelor efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal. Produk ini berpotensi mendukung pola hidup sehat sekaligus meningkatkan peluang ekonomi. Pengembangan lanjutan perlu diarahkan pada standardisasi, uji mutu, peningkatan kemasan, dan pemasaran berkelanjutan
KeywordsDaun Kelor, Teh Herbal, Pangan Fungsional, Pemberdayaan Masyarakat, Produk Lokal
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i9.3675-3691 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Astuti, R., Fitriani, A., & Handayani, S. (2022). Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pengolahan daun kelor (Moringa oleifera) menjadi produk pangan fungsional. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 145–154.
Budiarto, A., Hidayat, N., & Lestari, P. (2023). Pelatihan pembuatan teh herbal daun kelor untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat di masa pascapandemi. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Masyarakat, 3(1), 33–41.
Dewi, K. A., & Rahmawati, I. (2021). Formulasi dan uji organoleptik teh celup kombinasi daun kelor dan jahe sebagai minuman penyegar fungsional. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 32(1), 88–96.
Firmansyah, R., & Suhartini, S. (2024). Pendampingan UMKM berbasis herbal: Strategi pengemasan dan pemasaran teh daun kelor di tingkat lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, 6(1), 12–22.
Hasanah, U., & Wibowo, S. (2022). Edukasi dan diversifikasi olahan Moringa oleifera sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan imun keluarga. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 4(3), 201–210.
Kusuma, D. A., & Sari, M. P. (2023). Peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam budidaya dan pascapanen tanaman kelor. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Komputer dan Pengabdian, 4(2), 77–85.
Lestari, E., & Utami, T. (2021). Kandungan antioksidan dan efektivitas teh herbal kelor dalam menjaga daya tahan tubuh. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 13(2), 112–120.
Marlina, L., & Kurniawan, H. (2024). Optimalisasi potensi lokal Desa melalui pengembangan minuman fungsional berbasis simplisia daun kelor. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Desa, 5(1), 45–56.
Nugroho, P., & Prasetyo, B. (2022). Pemberdayaan kader PKK dalam produksi dan pengemasan teh herbal daun kelor bernilai jual. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 5(2), 310–319.
Nurhayati, S., & Ramdani, A. (2023). Analisis tingkat penerimaan konsumen terhadap inovasi produk minuman herbal berbasis daun kelor. Jurnal Agribisnis Dan Komunikasi Masyarakat, 7(1), 65–74.
Pratiwi, D., & Wardani, K. (2021). Pelatihan pembuatan produk herbal fungsional pencegah penyakit degeneratif di kawasan perdesaan. Jurnal Pengabdian Sosial Dan Humaniora, 2(4), 189–197.
Rahman, F., & Hidayah, N. (2025). Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada produksi teh daun kelor skala rumah tangga. Jurnal Teknologi Pengolahan Pangan dan Pengabdian, 6(1), 25–35.
Riyanto, A., & Saputra, E. (2022). Strategi pemasaran digital untuk produk minuman kesehatan berbasis potensi lokal desa. Jurnal Pengabdian Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 101–110.
Santoso, B., & Kusumaningrum, R. (2023). Efektivitas pendampingan pengolahan simplisia daun kelor terhadap kemandirian ekonomi masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 8(1), 50–60.
Setyawan, I., & Indriani, D. (2024). Uji aktivitas antioksidan senyawa flavonoid pada sediaan teh herbal Moringa oleifera. Jurnal Farmasi Dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 15–24.
Siregar, M., & Fitri, E. (2022). Pelatihan pengemasan dan pelabelan produk herbal untuk meningkatkan daya saing UMKM pedesaan. Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 3(3), 178–186.
Utami, R., & Wijaya, C. (2023). Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya kelor sebagai bahan baku produk kesehatan mandiri. Jurnal Pengabdian Lingkungan Dan Pertanian, 5(2), 99–108.
Wahyudi, T., & Susanti, E. (2021). Penyuluhan manfaat imunomodulator daun kelor bagi masyarakat di daerah rural. Jurnal Edukasi Kesehatan Masyarakat, 3(1), 40–48.
Wulandari, S., & Hartati, S. (2025). Pendampingan legalitas dan perizinan edar produk olahan herbal hasil pengabdian masyarakat. Jurnal Hukum Dan Pemberdayaan, 7(1), 88–97.
Yuniarti, N., & Farida, L. (2024). Evaluasi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan tanaman obat keluarga. Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(2), 134–143.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download