PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS MASJID DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT HARMONIS

(1) Muhammad Idris Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Arifa Pratami Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
(3) * Asren Nasution Mail (Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penguatan moderasi beragama merupakan salah satu upaya strategis dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial. Meskipun demikian, fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan pembinaan moderasi beragama belum dioptimalkan, karena kegiatan kemasjidan umumnya masih berfokus pada pelaksanaan ibadah ritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai moderasi beragama serta memperkuat kapasitas Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dalam merancang dan melaksanakan program pembinaan berbasis nilai-nilai moderasi beragama. Program dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan diwujudkan melalui penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, workshop, serta pendampingan penyusunan Program Pembinaan Moderasi Beragama Berbasis Masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan rata-rata skor pre-test dari 63,4 menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, pengurus BKM berhasil menyusun program pembinaan moderasi beragama, membentuk forum kajian sebagai tindak lanjut program, serta menghasilkan modul edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama berbasis masjid melalui pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan pemahaman jamaah, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masjid sebagai pusat pembinaan sosial-keagamaan yang berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat yang harmonis, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama

Keywords


Badan Kemakmuran Masjid; masyarakat harmonis; masjid; moderasi beragama; Participatory Action Research

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i8.3188-3197
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

Al-Qaradawi, Y. (2010). Islamic awakening between rejection and extremism. The International Institute of Islamic Thought.

Batu Bara, A., dkk. (2024). [Sesuaikan dengan data artikel yang digunakan dalam naskah].

Brookfield, S. D. (2013). Powerful techniques for teaching adults. Jossey-Bass.

Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/ 10.1016/0305-750X(94)90141-4

Chevalier, J. M., & Buckles, D. J. (2019). Participatory action research: Theory and methods for engaged inquiry (2nd ed.). Routledge.

Hasibuan, M. A., Oktavia, R., Putri, T., Amalia, R., Fitriyani, N., Lubis, S., & Agustina, N. (2024). Optimalisasi peran masjid dalam pemberdayaan pendidikan dan keterampilan masyarakat melalui program tahfidz. As-Syamil: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Humaysah, H., Zarah, J. A., Harianto, A., Luthfiyyah, S., & Wismanto. (2023). Pusat pendidikan Islam berbasis masjid. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(3). https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i3.24824

Kamaluddin. (2016). Tata kelola masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat Islam. Hikmah, 10(1).

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner (8th ed.). Routledge.

Krueger, R. A., & Casey, M. A. (2015). Focus groups: A practical guide for applied research (5th ed.). Sage Publications.

Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (Eds.). (2007). Participatory action research approaches and methods: Connecting people, participation and place. Routledge.

Madum, M. (2025). Rekonstruksi fungsi Masjid Darussalam Kebumen sebagai pusat pendidikan Islam. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(4).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Nata, A. (2021). Peran dan fungsi masjid di Indonesia dalam perspektif pendidikan Islam. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(3).

Nurlaili, dkk. (2024). [Sesuaikan dengan data artikel yang digunakan dalam naskah].

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.

Sudirman. (2021). Fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan agama Islam dan pembinaan masyarakat Desa Rea Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. JITU: Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat, 9(2), 201–214.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.