(2) Ayu Indah Purnama Mendrofa
(3) Beril Fernanndo Zendrato
(4) Karisman Putra Gulo
(5) Dian Agung Sanora Larosa
*corresponding author
AbstractJahe (Zingiber officinale) merupakan komoditas hortikultura unggulan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Bawofanayama, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Selama ini petani cenderung menjual jahe dalam bentuk segar sehingga harga jual yang diterima relatif rendah dan mudah mengalami penyusutan mutu akibat masa simpan yang singkat. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pengolahan jahe menjadi bubuk jahe sebagai produk olahan bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Program Studi Agroteknologi Universitas Nias pada 27 Juni 2026 dengan pendekatan penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama warga. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan aparat desa, penyiapan bahan dan alat, penyampaian materi tentang potensi ekonomi jahe, demonstrasi teknik pengolahan, praktik pembuatan dan pengemasan produk, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap materi mencapai lebih dari 80 persen, kemampuan praktik membuat bubuk jahe di atas 75 persen, dan partisipasi peserta melampaui 75 persen dari target yang ditetapkan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis olahan jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Keberlanjutan program disarankan melalui pendampingan usaha secara berkala, penguatan strategi pemasaran, dan pembentukan kelompok usaha bersama di tingkat desa
Keywordsbubuk jahe; nilai tambah; pengabdian masyarakat; pelatihan
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i8.3067-3074 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Affoukou, K. T., Lutomia, A. N., Akom, M., Burniske, G., & Bello-Bravo, J. (2025). Assessing drivers of storage decision-making to prevent postharvest loss among smallholder ginger farmers in Palpa District, Nepal. SAGE Open. https://doi.org/10.1177/21582440251367083
Daulay, A. S. (2017). Usaha produk minuman kesehatan jahe merah instan di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–8.
Fatmawaty, A. S., Bijaksana, A. M. A., & Rasnawati. (2025). Peningkatan usaha pengolahan jahe merah sarabba bubuk: Inovasi teknik pengolahan produk tradisional. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 8(1), 78–90.
Grace, T., Santoso, A. D., Iskandar, D., Sari, R. N., Avianti, E., Illaningtyas, F., Thiyas, U. N., Widjaya, F. E., Erlambang, Y. P., Diastuti, R., Daulay, S., Hutapea, R., Widjaja, E., Suprapto, & Putra, A. G. (2025). Sustainability issues and possibilities in smallholder ginger production in tropical highland agroclimatic conditions. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 20(10), 2349–2361. https://doi.org/10.18280/ijdne.201013
Hadiq, S., Sirajuddin, W., Lidiawati, D., Bunyanis, F., Ode, W. L., & Hakim, R. A. (2024). Pemanfaatan rimpang jahe (Zingiber officinale) sebagai sarabba instan di Desa Marawi Kabupaten Pinrang. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 6–12.
Harahap, D. (2019). Pembuatan minuman instan jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dengan metode enkapsulasi [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara].
Hawitibo, A. L. (2025). Effect of value addition participation on food security of smallholder ginger farmers: The case of Southern and Central Ethiopia. Cogent Business & Management, 12(1), Article 2509683. https://doi.org/10.1080/23311932.2025.2509683
Hayami, Y., Kawagoe, T., Morooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural marketing and processing in upland Java: A perspective from a Sunda village. CGPRT Centre.
Mayani, L., Yuwono, S. S., & Ningtyas, D. W. (2014). Pengaruh pengecilan ukuran jahe dan rasio air terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik pada pembuatan sari jahe (Zingiber officinale). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(3), 1–10.
Ramadhanti, N., Indriani, A. D., Zulfiyana, L. I., & Agustin, I. (2023). Pembuatan jamu sachet jahe kunyit dengan meningkatkan nilai tambah produk lokal di Desa Sambipondok, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 9(2), 55–63.
Roslinda, E., Widiastuti, T., Khumsyah, A. A. N., Nurfatimah, U., Karlinasari, W., & Syalsabila, D. A. (2022). Pelatihan pembuatan sirup jahe dalam usaha menciptakan nilai tambah tanaman jahe masyarakat. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(4), 2674–2683.
Ulfa, V. S., Fardiansyah, M. I., Firdaus, M. A., & Ari, D. A. (2022). Peran transformasi kemasan pada produk bubuk jahe merah (botol ke standing pouch). Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 116–121.
Wardoyo, S. (2016). Analisis penentuan harga pokok produksi dan margin usaha pada industri rumah tangga. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 22–30.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download