MENINGKATKAN PERAN MASYARAKAT DALAM KONSERVASI KAWASAN MATA AIR DI WILAYAH DESA PURWOSARI, KAPANEWON GIRI MULYO, KABUPATEN KULONPROGO

(1) * Suparman Suparman Mail (Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia)
(2) Siti Maimunah Mail (Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia)
(3) Sentot Purboseno Mail (Institut Pertanian Stiper, Yogyakarta, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Desa Purwosari di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu wilayah Perbukitan Menoreh yang bergantung pada mata air sebagai sumber utama penyediaan air bersih. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil observasi lapangan dan kajian hidrologi menunjukkan adanya penurunan debit yang signifikan, bahkan beberapa mata air mengalami kekeringan pada puncak musim kemarau. Fenomena ini disebabkan oleh degradasi daerah resapan, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan air yang tidak terkontrol, variabilitas iklim, serta belum optimalnya kelembagaan pengelolaan air desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan  untuk memberi edukasi tentang konservasi sumber daya air,  penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) seperti biopori konservasi, sumur resapan, dan penanaman vegetasi penyangga. Metode pelaksanaan adalah dengan cara  melalui pendekatan pemberdayaan dan teknologi konservasi yang sesuai dengan karakteristik hidrogeomorfologi Menoreh. Hasil pelaksanaan PKM adalah meningkatnya kapasitas peran  masyarakat dalam pengelolaan  kawasan mata air secara berkelanjutan dan luaran teknologi tepat guna berupa pembuatan biopori dan sumur resapan. Dampak pelaksanaan PKM adalah Petani mulai menerapkan teknik konservasi tanah dan air serta air lebih tersedia untuk rumah tangga dan pertanian

Keywords


Air bersih, biopori, konservasi, mata air, teknologi tepat guna

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i7.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Seasonal variability of Indonesian rainfall in the Indonesian Maritime Continent. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452. https://doi.org/10.1002/joc.950

Arsyad, S., & Nugraha, R. (2020). Dampak perubahan penggunaan lahan terhadap ketersediaan air di DAS kecil. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(2), 123–136. https://doi.org/10.21082/jti.v44n2.2020

Ayele, G. T., et al. (2020). Land-use change impacts on groundwater recharge in mountainous regions. Journal of Environmental Management, 274, 111186. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2020.111186

Babu, R., Mallika, A., & Sedhuraman, S. (2014). Freshwater resource sustainability in rural communities. Geomedia, 20(1).

Bakalowicz, M. (2020). Karst groundwater: A resource in a changing world. Hydrogeology Journal, 28(2), 367–391. https://doi.org/10.1007/s10040-019-02066-z

Barbieri, M., et al. (2021). Springs as indicators of groundwater vulnerability to climate change. Water, 13(5), 661. https://doi.org/10.3390/w13050661

BMKG. (2023). Indeks Kekeringan Meteorologis Indonesia 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. https://www.bmkg.go.id

Cosgrove, W., & Loucks, D. (2015). Water management for sustainable development. Geomedia, 20(1).

Dalcanale, F., et al. (2011). Sustainability of groundwater systems in tropical regions. Geomedia, 20(1).

de Graaf, I. E. M., et al. (2019). Climate change exacerbates groundwater depletion worldwide. Nature, 574, 90–94. https://doi.org/10.1038/s41586-019-1597-1

Fan, Y. (2019). Are catchments leaky? Interactions of groundwater with climate, vegetation, and Earth surface. Reviews of Geophysics, 57(2), 259–280. https://doi.org/10.1029/2018RG000633

Foster, S., & MacDonald, A. (2021). Sustainable groundwater management—Global lessons for community-based protection of springs. Hydrogeology Journal, 29, 1–12. https://doi.org/10.1007/s10040-020-02219-4

Ghufron, M. A., et al. (2021). Efektivitas sumur resapan terhadap peningkatan cadangan airtanah di wilayah Perbukitan Kapur. Jurnal Hidrologi Tropis, 5(1), 33–45. https://doi.org/10.33019/jht.v5i1.2242

Handayani, E., & Yuliani, D. (2023). Analisis kekeringan hidrologis di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan indeks SPEI. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 15(1), 25–36. https://doi.org/10.20885/jstl.vol15.iss1.art3

Hendrayana, H., Sudarmadji, S., & Widianto, P. (2020). Neraca airtanah CAT Menoreh dan Wates. Geomedia, 18(2), 149–160.

Hendrayana, H., Sudarmadji, S., Purnama, S., & Nugroho, S. (2021). Kajian daerah sulit air di Kabupaten Kulon Progo. La Geografia, 19(2), 157–168. https://doi.org/10.15294/lageografia.v19i2.53133

IPCC. (2022). Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability. Cambridge University Press. https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg2/

Kresic, N., & Stevanovic, Z. (2010). Groundwater hydrology of springs: Engineering, theory, management, and sustainability. Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-1-85617-502-9.00001-7

Kumar, R., et al. (2020). Impact of nature-based solutions on groundwater recharge in tropical watersheds. Science of the Total Environment, 712, 136437. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.136437

KLHK. (2022). Status Sumber Daya Air Indonesia 2022. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lee, J. (2015). Climatic drivers in tropical hydrology. Geomedia, 20(1).

Mallika, A., et al. (2016). Hydrological challenges in highland regions. Geomedia, 20(1).

Maryani, E., et al. (2020). Peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat. Jurnal Masyarakat & Budaya, 22(1), 45–60. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i1.910


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.