PENGUATAN AKSES PELAYANAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG MELALUI BAKTI SOSIAL PELAYANAN IMPLAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN R

(1) * Riska Setiawati Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(2) Irma Yanti Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(3) Nelly Apriningrum Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(4) Lilis Suryani Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(5) Uway Wariah Mail (Universitas Singaperbansga Karawang, Indonesia)
(6) Eneng Solihah Mail (Politeknik Kesehatan Bandung, Indonesia)
(7) Jundra Darwanty Mail (Politeknik Kesehatan Bandung, Indonesia)
(8) Rahayu Pertiwi Mail (Politeknik Kesehatan Bandung, Indonesia)
(9) Rahayu Dwikanthi Mail (Politeknik Kesehatan Bandung, Indonesia)
(10) Mardianti Mardianti Mail (Politeknik Kesehatan Bandung, Indonesia)
(11) Rifka Alindawati Mail (Universitas Horizon Indonesia, Indonesia)
(12) Nina Yuliana Sari Mail (Universitas Horizon Indonesia, Indonesia)
(13) Yayuk Sri Rahayu Mail (Universitas Sehati Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pelayanan kontrasepsi jangka panjang merupakan bentuk upaya untuk mendukung program keluarga berencana dalam mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan partisipasi wanita usia subur dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya implan melalui kegiatan bakti sosial di Praktik Mandiri Bidan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, konseling KB, penapisan calon akseptor, pemasangan implan, serta monitoring pasca pelayanan. Kegiatan diikuti oleh 23 wanita usia subur yang mendapatkan penyuluhan dan konseling terkait manfaat, efektivitas, serta keamanan penggunaan kontrasepsi implan. Berdasarkan hasil penapisan kelayakan sebanyak 18 peserta memenuhi syarat dan dapat menjadi akseptor KB implan, sedangkan 5 peserta lainnya belum dapat diberikan alat kontrasepsi karena kondisi kesehatan dan kesiapan peserta. Pemasangan implan dilakukan sesuai standar pelayanan kebidanan dan dilanjutkan dengan monitoring pascapemasangan untuk memastikan kondisi akseptor tetap baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif, konseling, dan pelayanan langsung mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan cakupan peserta KB aktif dan keberhasilan program keluarga berencana di masyarakat




Keywords


Implan, KB, Konseling,

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i6.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


BKKBN. (2020). Rencana Strategis BKKBN 2020-2024. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Fransiska, P. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi Implant. 7(1).

Kemenkes RI. (2021). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman pelayanan kesehatan peduli remaja di fasilitas pelayanan kesehatan (Kementerian Kesehatan RI (ed.)).

Kementrian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana. BKKBN.

Permenkes RI. (2021). Pmk 21 Tahun 2021. Asuhan Kebidan Tentnag Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual, 1–184.

Rosiyana, N. M., Enggar, E., Tumani, Y. K., & Margareta Paula Klara. (2022). Penyuluhan dan Safari Keluarga Berencana (IUD dan Implant). Jurnal Pengabdian Bidan Nasuha, 2(2), 43–49. https://doi.org/10.33860/jpbn.v2i2.1114

World Health Organization. (2018). Decision aids for family planning. WHO.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.