*corresponding author
AbstractDiaspora Indonesia di Jepang semakin bertambah namun demikian mereka memiliki tantangan tersendiri dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal, terutama di tengah munculnya sentimen negatif terhadap imigran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep nilai dasar masyarakat Jepang, yaitu Wa (harmoni), Omoiyari (empati), dan Honne-Tatemae (suara hati dan citra publik) kepada diaspora Muslim Indonesia di Osaka agar mengetahui cara hidup berdampingan dengan masyarakat lokal. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui angket terbuka yang dilaksanakan di Masjid Ibaraki, Osaka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi peserta dalam berinteraksi adalah hambatan bahasa dan kesulitan memahami pola komunikasi masyarakat Jepang yang tidak langsung. Melalui pemaparan materi, peserta berhasil memahami ketiga konsep tersebut sebagai nilai dasar masyarakat Jepang. Selain itu, sebagian besar peserta menemukan titik temu antara nilai-nilai Jepang tersebut dengan ajaran Islam, khususnya dalam hal menjaga hubungan baik antarmanusia (hablum minannas). Pemahaman ini memberikan strategi bagi diaspora Muslim Indonesia untuk dapat beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat Jepang tanpa harus mengorbankan keyakinan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya koeksistensi multikultural di Jepang
Keywordswa, omoiyari, honne-tatemae, Japanese society value, Indonesian muslim diaspora
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i5.%25p |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Firmansyah, E. K., Sunarni, N., & Indrayani, L. M. (2024). The relevance of Japanese harmony culture (Wa) to Islamic traditions: Cultural and Japanese language studies at Al Anshor Margahayu Islamic Boarding School Bandung. Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 3, 419–429
Gudiato, C., Mira, Kusnanto, & Cahyaningtyas, C. (2023). Peningkatan mutu pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(4), 2719–2724.
Immigration Services Agency of Japan. (2025). Specified Skilled Worker System (Initiatives to accept foreign nationals and realize a society of harmonious coexistence). Ministry of Justice, Japan. https://www.moj.go.jp/isa/
Ishimatsu, H. (2025). Beyond multiculturalism? Rethinking Japan’s “tabunka-ky?sei” through Axel Honneth’s theory of recognition. Frontiers in Sociology, 10, 1653520. https://doi.org/10.3389/fsoc.2025.1653520
Lebra, T. S. (1976). The Japanese Patterns of Behavior. Honolulu: University of Hawai’i Press.
Liang, X. (2023). Assessing “Multicultural Coexistence” in Politics: An Examination of Japan’s Governance Model for Immigrant Inclusion. Journal of the Asia-Japan Research Institute of Ritsumeikan University, 5.
Marcantuoni, R., & Fahey, R. J. (2025). Fighting the cabal from the Diet: Sanseit? and the role of conspiracy as political ideology. Asia-Pacific Journal: Japan Focus. https://doi.org/10.1017/apj.2025.10018
Nasrullah, M., Rozikin, M. K., Nisa, U. K., Chofifah, S., & Chumaidah, N. E. (2024). Sosialisasi keagamaan sebagai upaya peningkatan pemahaman masyarakat Desa Tejo tentang Perawatan Jenazah. Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 82–87.
Shen, Z., Pang, B., Li, X., & Chen, Y. (2024). An exploration of Japanese cultural dynamics communication practices through social pragmatics. Journal of Pragmatics and Discourse Analysis, 3(1), 60–72. https://doi.org/10.32996/jpda.2024.3.1.4
Vogt, G. (2017). Multiculturalism and trust in Japan: Educational policies and schooling practices. Japanese Studies, 37(2), 173–190.
?? ???2012?? ??????? : ??????????????? ??????????????pp.3-14
?????2018??????????????????????? ????????60, pp.171-190
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download