(2) Mhd Toha
(3) Almaido Koto Muslih
(4) Mhd Yusril Saputra Hsb
(5) Ari As’ad Hasibuan
(6) Selvi Putri Lbs
(7) I hutan Hasibuan
(8) Ayu Ramadhani
(9) Mhd Yusril Saputra Hsb
(10) Nur Afifah Siregar
*corresponding author
AbstractTuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia yang memiliki beban kasus TB cukup tinggi. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena penurunan sistem kekebalan tubuh, adanya penyakit penyerta, serta keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan mengenai TB menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengenali gejala serta melakukan upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lansia tentang TB di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi etika batuk dan penggunaan masker. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, bidan desa, serta pemerintah desa. Peserta kegiatan berjumlah 35 orang lansia.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah mengenai TB, terutama terkait gejala utama seperti batuk lebih dari dua minggu. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pemahaman lansia mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan TB. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap perilaku pencegahan, seperti kesadaran menggunakan masker saat batuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta kesediaan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia mengenai TB. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, serta pemerintah desa guna mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini TB di masyarakat. Keywordsliterasi kesehatan, lansia, edukasi kesehatan, tuberkulosis, pengabdian masyarakat.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v8i12.4975-4979 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Damanik, B. N., Asminanda, C. R., Nasution, M. N., Utama, S., Daya, M., & Putri, D. A. (2026). Edukasi literasi kesehatan untuk lansia dan balita di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Abdimas Maduma, 5(1), 79–86. https://doi.org/10.52622/jam.v5i1.544
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies. Health Promotion International, 15(3), 259–267.
Roza, S. H., Khalisa, S. S., Rizki, S., Rahmahesi, S., & Abel, V. W. (2025). Peningkatan Pengetahuan Lansia Melalui Edukasi Tuberkulosis (TB) di Posyandu Lansia Puskesmas Belimbing, Padang. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 8(3), 349–357.
World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: World Health Organization.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download