(2) Mawardi Mawardi
(3) Abbiyu Tsani
(4) Robi Maulana
(5) Habibi Ramadhan
(6) Seli Wahyuni
(7) Siska Senang Diara
(8) Alya Putria Pasya
(9) Nuraini Nuraini
(10) Nurul Husna
(11) Sintia Sintia
(12) Alfi Nofita Munthe
(13) Dina Rahmania
(14) Nuraini Saragih
(15) Shova Almaida
(16) Assifa Audya Revalina
(17) Novelina Nursyafrina
(18) Amalina Puspita Sari
*corresponding author
AbstractBanjir bandang yang melanda Desa Pantai Cempa, Kabupaten Aceh Tamiang, mengakibatkan kerusakan sarana air bersih dan pencemaran sumber air masyarakat. Hasil asesmen pascabencana menunjukkan sekitar 80% kepala keluarga tidak memiliki akses air layak konsumsi, sehingga meningkatkan risiko penyakit berbasis air dan memperlambat pemulihan sosial-ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan teknologi filtrasi air multi-stage berbasis energi surya sebagai solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Sistem terdiri atas panel surya, solar charge controller, pompa air DC, unit filtrasi multi-tahap (media pasir, arang, dan serat), tandon penyimpanan, serta jaringan distribusi sederhana. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, diskusi kelompok terarah, pelatihan teknis, pemasangan partisipatif, pendampingan operasional, dan serah kelola kepada kelompok masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas air menjadi lebih jernih dan layak digunakan, berfungsinya unit filtrasi tenaga surya secara optimal, serta meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pengoperasian dan perawatan sistem secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan
Keywordsfiltrasi air multi-stage, energi surya, pascabanjir, pemberdayaan masyarakat, air bersih
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i4.1496-1501 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Asian Development Bank. (2020). Guidance note on water supply and sanitation in emergency and disaster situations. Manila: ADB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Data informasi bencana Indonesia (DIBI). Jakarta: BNPB.
International Renewable Energy Agency. (2022). Renewable energy for resilient communities. Abu Dhabi: IRENA.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang persyaratan kualitas air minum. Jakarta: Kemenkes RI.
Lantagne, D., & Yates, T. (2018). Household water treatment and safe storage options in developing countries: A review of current implementation practices. Water Research, 44(1), 45–58.
Sukardi. (2004). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
United Nations. (2022). The sustainable development goals report 2022. New York: United Nations.
UNICEF. (2021). Water, sanitation and hygiene (WASH) in emergencies field guide. New York: UNICEF.
World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). Geneva: WHO.
World Health Organization. (2022). Water, sanitation, hygiene and health: A primer for health professionals. Geneva: WHO.
Zularisam, A. W., Ismail, A. F., & Salim, R. (2016). Behaviors of natural organic matter in membrane filtration for surface water treatment: A review. Desalination, 194(1–3), 211–231.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download