(2) * Friskia Hanatul Qolby
(3) Vicka Pramudya Putra
*corresponding author
AbstractBudidaya kakao menghasilkan limbah kulit buah dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi kompos merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, hasil pengabdian sebelumnya menunjukkan bahwa kelompok tani masih menghadapi keterbatasan dalam aspek manajemen usahatani, khususnya dalam penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan strategi pemasaran kompos. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani dalam menghitung HPP dan menerapkan strategi pemasaran kompos limbah kakao. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan, diskusi partisipatif, dan pendampingan langsung kepada mitra. Materi pelatihan mencakup identifikasi komponen biaya produksi, perhitungan HPP secara sederhana, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebesar 85,40% yang termasuk dalam kategori tinggi, sehingga mencerminkan efektivitas pelatihan yang diberikan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan manajerial mitra, mendukung keberlanjutan usaha pengolahan kompos limbah kakao, serta berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi limbah kakao dan penerapan pertanian ramah lingkungan Keywordslimbah kakao, kompos, harga pokok produksi, pemasaran
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v9i2.%25p |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Azhary, M. A., Zamzam, S., & Qadri, S. N. (2025). Inovasi Pengelolaan Limbah Kulit Kakao : Solusi Ramah Lingkungan untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian. Journal of Community Service, 5, 602–606.
Bekolli, A., Guardiola, L. A., & Meca, A. (2024). HarvestTech agriculture cooperatives : Beneficiaries and compensations. 1–28. https://doi.org/10.48550/arXiv.2410.24062
Ginting. (1991). Metode Kuliah Kerja Lapang. Universitas Brawijaya.
Irwan, Nurhidayani, Maghfirah, M., Mappanganro, N., & Masri, M. (2017). Inkubator Alami Dari Kulit Kakao (Theobroma cacao L.). Biology for Life, November, 87–88.
Kaliu, S., Erfina, & Indriana, I. (2025). Pengaruh Pupuk Kompos Limbah Kulit Kakao terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat ( Ipomoea reptans Poir .). Jurnal Penelitian Mahasiswa, 4(1), 196–214.
Khairad, F., Qolby, F. H., & Putra, V. P. (2024). Pelatihan Penanganan Penyakit Busuk Buah Kakao serta Manajemen Pemasaran dan Keuangan dalam Rangka Pemberdayaan Kelompok Tani Kakao. Pelita Masyarakat, 6(1), 66–79. https://doi.org/10.31289/pelitamasyarakat.v6i1.12783
Qolby, F. H., Khairad, F., & Putra, V. P. (2024). Pelatihan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Kompos sebagai Upaya Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan. Jurnal Amaliah, 9(2), 166–173.
Risna, Irmadamayanti, A., Rahayu, H. S., & Saidah. (2019). Efektivitas Peningkatan Pengetahuan Petani Penangkar Melalui Kegiatan Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih di Kabupaten Sigi. Prosiding Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti, 449–458.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download