IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR TANAH DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI DESA GIRIMULYO

(1) Lobes Herdiman Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(2) * Muhamad Bisma Febrian Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(3) Detak Dailsi Ahmad Azzam Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
(4) Novia Febiani Mail (Universitas Sebelas Maret, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Daerah Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, yang secara geologis merupakan kawasan karst, memiliki tantangan spesifik terkait ketersediaan air tanah, terutama saat musim kemarau, dan masalah pengelolaan sampah organik. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menyosialisasikan pembuatan Lubang Resapan Biopor. sebagai teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan efektif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik pembuatan biopori di area publik dan rumah warga. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan warga dalam membuat Lubang Resapan Biopori, yang berfungsi ganda sebagai infiltrasi air hujan untuk menambah cadangan air tanah dan komposter alami sampah organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal konservasi lingkungan yang berkelanjutan di Girimulyo.


Keywords


abstrak, italic, maksimallima kata/frase, tatatulis

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i2.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aditya, R., & Prakoso, B. (2022). Optimalisasi lubang resapan biopori untuk konservasi air di daerah urban. Jurnal Lingkungan Tropis, 10(2), 55–64. Azzahra, N. (2021). Efektivitas teknologi biopori dalam mengurangi limpasan permukaan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 7(1), 14–22.

Budiman, A., & Zakaria, H. (2020). Implementasi biopori di lahan rumah tangga sebagai upaya pengelolaan sampah organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(3), 120–130.

Dewi, K. P., & Lestari, M. (2019). Konservasi air tanah melalui teknologi tepat guna berbasis biopori. Jurnal Hidrologi Indonesia, 4(2), 88–97.

Fadhilah, R. (2023). Peran masyarakat dalam pengembangan lubang resapan biopori di wilayah semiarid. Jurnal Ekologi Terapan, 11(1), 45–60.

Gunawan, S. (2018). Kajian efisiensi lubang biopori terhadap penyerapan air hujan. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 6(2), 101– 110.

Hasanah, U., & Putri, A. M. (2024). Biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga. Jurnal Inovasi Hijau, 3(1), 12–20.

Indrawan, N. (2021). Kontribusi lubang resapan biopori terhadap peningkatan cadangan air tanah di daerah karst. Jurnal Sumber Daya Air, 9(1), 33–42.

Kurniawan, F., & Haris, A. (2017). Analisis daya infiltrasi tanah dengan penerapan lubang biopori. Jurnal Teknik Lingkungan, 15(2), 67–74

Laksana, B. (2020). Solusi biopori dalam memperbaiki kualitas tanah di wilayah kering. Jurnal Agroklimat, 8(3), 140–149.

Nurhadi, R. F., dkk. (2020). Efektivitas implementasi lubang resapan biopori dalam upaya konservasi air di lahan kering. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 110– 118.

Pratama, H. (2016). Pengaruh penggunaan biopori terhadap pengurangan sampah organik rumah tangga. Jurnal Lingkungan Berkelanjutan, 2(1), 23–30.

Rahayu, T., & Widodo, S. (2022). Pemanfaatan biopori untuk mitigasi banjir skala mikro. Jurnal Mitigasi Bencana, 5(2), 77–89.

Suharyadi, D. (2018). Penerapan lubang resapan biopori sebagai upaya konservasi lingkungan di pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat LPPM, 2(2), 89–97.

Yuliani, R., & Mahendra, I. (2023). Inovasi biopori dalam pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 9(4), 200–210.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.