REVITALISASI CERITA RAKYAT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI EDUKATIF UNTUK MENUMBUHKAN CINTA LINGKUNGAN PADA PELAJAR DI DESA SIPANGE, KECAMATAN SAYUR MATINGGI, KABUPATEN TAPANULI SELATAN

(1) * Arifana Arifana Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) Nurhamidah Gajah Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Safran Efendi Pasaribu Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Dea Amanda Rambe Mail (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Cerita rakyat merupakan bagian dari kearifan lokal yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan ekologis, yang dapat dijadikan sarana pembelajaran kontekstual berbasis budaya. Namun, perkembangan teknologi dan arus globalisasi telah menggeser minat generasi muda terhadap tradisi lisan, sehingga nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi cerita rakyat Batak Angkola sebagai media komunikasi edukatif dalam menumbuhkan sikap cinta lingkungan pada pelajar di Desa Sipange, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 25 pelajar tingkat SMP dan SMA. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pengenalan cerita rakyat, analisis nilai-nilai ekologis, serta praktik komunikasi edukatif melalui pementasan dan penulisan ulang cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman nilai-nilai ekologis dan sikap cinta lingkungan setelah pelatihan, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata sebesar 30% antara hasil pre-test dan post-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa revitalisasi cerita rakyat efektif sebagai strategi komunikasi edukatif untuk memperkuat kesadaran lingkungan, karakter moral, dan identitas budaya lokal pelajar. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Keywords


Cerita rakyat, Komunikasi edukatif, Cinta lingkungan, Kearifan lokal, Pelajar

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v7i7.2811-2817
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning: What It Is and Why It’s Here to Stay. California: Corwin Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Littlejohn, S. W., dan Foss, K. A. (2017). Theories of Human Communication. Long Grove: Waveland Press.

Miles, M. B., dan Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.

Nugraha, A. (2019). Media Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal untuk Pendidikan Lingkungan. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 56–67.

Sari, D., dan Utami, P. (2021). Pengaruh Cerita Rakyat terhadap Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia, 6(2), 101–115.

Suroso, H. (2020). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Pencapaian SDGs. Jurnal Kebudayaan dan Pembangunan Daerah, 12(3), 233–248.

Tilaar, H. A. R. (2015). Pengembangan Pendidikan Nasional dalam Era Globalisasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.