OPTIMALISASI FARMAKOTERAPI: IDENTIFIKASI DAN EDUKASI TENTANG ADRs DAN DRPs PADA PESERTA PROLANIS WILAYAH PUSKESMAS SURIAN, KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT

(1) * Azhoma Gumala Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(2) Armenia Armenia Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(3) Deddi Prima Putra Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(4) Nova Syafni Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(5) Fitri Handayani Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(6) Desi Eka Putri Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(7) Mainal Furqan Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(8) Triswanto Sentat Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
(9) Yessi Gusnelti Mail (Puskesmas Surian, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia)
(10) Henny Lucida Mail (Universitas Andalas, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Peningkatan risiko reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reactions/ADRs) dan masalah terkait obat (drug-related problems/DRPs) pada pasien penyakit kronis, khususnya peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS), sangat membutuhkan informasi dan edukasi intensif terkait optimalisasi terapi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi insiden ADRs dan DRPs pada kelompok PROLANIS di Puskesmas Surian dan memberikan edukasi yang terfokus untuk meminimalkan risiko, demi mencapai terapi optimal. Kegiatan diawali dengan wawancara dan pengumpulan data kuesioner dari 30 responden (semua perempuan). Hasil demografi menunjukkan mayoritas responden (70,00%) berusia 45–64 tahun, dan dua pertiga (66,67%) mengalami polifarmasi (menderita 3–7 penyakit kronis). Empat penyakit utama yang diderita adalah artritis, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia. Penting untuk dicatat, 60% responden melaporkan keluhan yang mengindikasikan ADRs dan DRPs. Sebagian besar subjek memperoleh obat dari tenaga kesehatan formal (86,67%). Tindak lanjut kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta konseling langsung. Pasien PROLANIS menerima edukasi mendalam tentang cara penggunaan obat yang benar, terutama dalam terapi polifarmasi, untuk meminimalkan masalah terkait obat. Disimpulkan bahwa edukasi intensif dan berkelanjutan mengenai obat-obatan, pengobatan alternatif, dan suplemen kesehatan kepada komunitas PROLANIS sangat penting. Intervensi ini secara signifikan berkontribusi pada keselamatan pasien dan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan penyakit kronis.


Keywords


ADRs, DRPs, Edukasi, Optimalisasi Farmakoterapi, PROLANIS

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v9i1.%25p
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anonim. 2022. Kerangka Acuan Program Lansia Puskesmas Surian. Sumatera Barat.

Anonim. 2021. Nama Puskesmas di Sumbar, Puskemas Surian di Kabupaten Solok, diakses tanggal 24 Desember 2024 pada https://www.suararantau.com/nama-puskesmas-di-sumbar-puskesmas-surian-di-kabupaten-solok/

Al-Azzam, S. I., Alzoubi, K. H., AbuRuz, S., & Alefan, Q. 2016. Drug-related problems in a sample of outpatients with chronic diseases: a cross-sectional study from Jordan. Therapeutics and clinical risk management, 12, 233–239. https://doi.org/10.2147/TCRM.S98165

Diesveld, M.M., de Klerk, S., Cornu, P., Strobach, D., Taxis, K. and Borgsteede, S.D., 2021. Management of drug-disease interactions: a best practice from the Netherlands. International journal of clinical pharmacy, 43(6), pp.1437-1450.

Fauziah H, Mulyana R, dan Martini RD. 2020. Polifarmasi pada pasien geriatri. Jurnal Human Care. 5 (3): 804-812.

Gumala, A., Srangenge, Y., & Lucida, H. 2023. Identifikasi dan Edukasi Adverse Drug Reactions dan Drug Related Problems pada Masyarakat Lanjut Usia di Posyandu Lansia Lubuk Begalung Padang. Warta Pengabdian Andalas, 30(2), 346-353.

Kotvitska, A., & Surikova, I. 2020. Rationale of the methodology classification of medicationrelated errors during the retail sales of drugs in Ukraine. ScienceRise: PharmaceuticalScience, 23(1), 4–9. https://doi.org/10.15587/2519-4852.2020.197342

Mitchell, E., & Walker, R. 2020. Global ageing: successes, challenges and opportunities. British journal of hospital medicine, 81(2), 1-9.

Ningrum, H.D. and Purnamasari, A.T., 2024. Pemberian Edukasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Abdimas Galuh, 6(1), pp.759-767.

Salman et al., 2024. Farmakokinetik. CV. Eureka Media Aksara. Bojongsari-Purbalingga.

Schindler, E., Richling, I., & Rose, O. 2021. Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) drug-related problem classification version 9.00: German translation and validation. International Journal of Clinical Pharmacy, 43(3), 726–730.https://doi.org/10.1007/s11096-020-01150-w.

Widjaja, G. and Firmansyah, Y., 2021. PHARMACOVIGILANCE. Cross-border, 4(2), pp.347-358.

Wulandari N., Andrajati R., & Supardi S. 2016. Faktor Risiko Umur Lansia terhadap Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki pada Pasien Hipertensi, Diabetes, Dislipidemia di Tiga Puskesmas di Kota Depok. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 6 (1); 60-67


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.