(2) Lindawati Farida Tampubolon
(3) Formaida Tambunan
(4) Siti Maimunah
*corresponding author
AbstractKondisi stunting digambarkan dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sehingga anak tersebut tidak dapat mencaai garis pertumbuhan normal. Permasalahan kegagalan pertumbuhan anak ini umumnya sudah terjadi sejak tahun pertama kehidupan. Apabila anak mengalami kondisi gagal tumbuh pada usia ini diakibatkan kekurangan gizi kronis maka akan membuat anak mengalami stunting. Anak yang mengalami stunting dengan pemberian pangan protein hewani selama dua bulan mengalami keniakan status gizi menjadi tidak stunting. Makanan yang mengandung kaya protein hewani dapat berupa daging hewan dan susu. Dali ni horbo merupakan merupakan susu kerbau yang telah difermentasi dan lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan ibu kelompok Bina Keluarga Balita dalam pemanfaatan nasi tim dali ni horbo dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan selama tiga bulan sejak bulan September sampai November 2024. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi. Mitra pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kelompok Bina Keluarga Balita. Selama kegiatan peserta yang hadir sebanyak 30 orang ibu yang memiliki balita stunting, kader posyandu, perangkat desa dan bidan desa. Ibu-ibu yang menghadiri kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapat pelatihan pengolahan nasi tim dali ni horbo serta pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa ibu-ibu sudah dapat mengolah nasi tim dali ni horbo dan adanya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada balita. Keywordsstunting, pencegahan, dali ni horbo.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v8i3.1292-1301 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Arasj, Fauzi. 2015. “Pengaruh Pemberian Dadih (Susu Kerbau Terfermentasi) melalui Makanan Tambahan terhadap Status Gizi, Kejadian Diare dan ISPA Anak Pendek (Stunted) Usia 1-4.†Jurnal Ilmu Kesehatan ’Afiyah 1(1):1–8.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Kementerian Kesehatan. 2022. “Status Gizi SSGI 2022.†1–156.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2018. Rencana Aksi Pangan & Gizi.
BKKBN. 2018. Modul Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB-EMAS). Jakarta.
Diana, Evawani Y. Aritonang, Amir Purba, dan Rahayu Lubis. 2020. “Utilization of Local Food to Overcome Nutritional Problems Among Toddlers in Medan Tuntungan.†24(Uphec 2019):95–98.
Girsang, V. I. (2021). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Tindakan Pencegahan Diare Pada Balita. Jurnal Health Reproductive, 6(2), 70-77.
Kemenkes. 2023. “Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.†1–7.
Kementerian PPN/ Bappenas. 2018. “Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota.†Rencana Aksi Nasional dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting (November):1–51.
Girsang VI, Damanik E, Tampubolon LF, Harianja ES. Edukasi Tentang Manfaat Dali Ni Horbo Dalam Penangulangan Stunting. Jurnal Abdimas Mutiara. 2023 Feb 8;4(1):137-42.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download