(2) Idat Muqodas
(3) Melisa Agustin
(4) Rani Maulidina
(5) Ridha Nurhaliza
(6) Risnaeni Ainunsyah
*corresponding author
AbstractStunting merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada perkembangan anak di Indonesia, dengan prevalensi yang masih tinggi meskipun telah ada upaya penanggulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran edukasi porsi makanan dalam pengembangan gizi anak usia dini di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, yang memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, dilakukan workshop edukasi tentang porsi makanan seimbang kepada masyarakat setempat. Partisipan yang terlibat adalah ibu-ibu, bidan desa, dan kader wilayah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi perubahan dalam pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti workshop. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya porsi makanan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. Sebagian besar peserta menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi tentang keberagaman makanan dalam satu piring, serta cara mengatur porsi makanan yang tepat sesuai usia anak. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi risiko stunting di masa depan. Edukasi ini juga diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain dengan prevalensi stunting tinggi. KeywordsStunting, Gizi Seimbang, Edukasi Porsi Makanan, Anak Usia Dini.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v8i3.1156-1162 |
Article metricsAbstract views : 0 |
Cite |
References
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran.
Esha, D., Mubin, A., & Hakim, F. (2023). Mengenal Lebih Dalam Ciri–ciri Stunting, Cara Pencegahannya, dan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(6), 24-31.
Losong NHF, Adriani M. Perbedaan kadar hemoglobin , asupan zat besi , dan zinc pada balita stunting dan non stunting. Amerta Nutr. 2017;1(2):117–223.
Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 523–529.
Rahayu, R, M., Pamungkasari, E. P., & Wekadigawan, CSP. (2018). The Biopsychosocial Determinants of Stunting and Wasting in Children Aged 12-48 Months. Journal of Maternal and Child Health, 3(2): 105-118.
Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur. Real In Nursing Journal, 3(1), 1-10.
Paudel, R., Pradhan, B., Wagle, R. R., Pahari, D. P., & Onta, S. R. (2012). Risk factors for stunting among children: A community based case control study in Nepal. Kathmandu University Medical Journal, 10(39), 18–24.
Juairia, J., Malinda, W., Hayati, Z., Ramadhanty, N., & Putri, Y. F. (2022). Kesehatan diri dan lingkungan: pentingnya gizi bagi perkembangan anak. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1(03), 269-278.
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
Jannah, M., & Kusumaningrum, I. (2019). Edukasi Dan Demonstrasi Pedoman Gizi Seimbang Untuk Anak Sehat Dan Berprestasi. GEMASSIKA : Jurnal Pengabdian
WHO. (2019). Stunting in a nutshell.
WHO. (2020). Pedoman: Diet Seimbang untuk Anak di Bawah Lima Tahun .
Kemenkes, R. I. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan KebijakanPembangunan Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





