EDUKASI APOTEKER CILIK: MENGGALI PEMAHAMAN PROFESI APOTEKER DAN PENERAPAN KONSEP DAGUSIBU SEJAK USIA DINI DI SD AL-IRSYAD AL-ISLAMIYAH

(1) * Rebhika Lusiana Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(2) Muhammad Artabah Muchlisin Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(3) Elok Salsabiella Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(4) Nabila Ahmad Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(5) Miranda Ayu Margaretha Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(6) Fadhilatul Chasanah Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(7) Adibah Mumtaz Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(8) Ira Ericasia Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(9) Ifa Ayuningtyas Afthon Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(10) Neysa Amelia Clarinta Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(11) Fikri Triakbar Alharits Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
(12) Sri Wahyuni Mail (Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Pendidikan kesehatan pada usia dini sangat penting untuk mengembangkan perilaku yang tepat terkait pengelolaan obat. Program-program seperti Apoteker Cilik (Apocil) dan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada praktik-praktik yang benar dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat, serta meningkatkan kesadaran tentang peran apoteker dalam pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak program edukasi Apocil dan DAGUSIBU dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 3 SD Al-Irsyad Al-Islamiyah tentang profesi apoteker dan pengelolaan obat yang benar. Metode: Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan pendekatan pre-test dan post-test. Penelitian ini dilakukan terhadap 71 siswa kelas 3 SD Al-Irsyad Al-Islamiyah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur pemahaman siswa mengenai profesi apoteker dan penerapan konsep DAGUSIBU. Data dianalisis menggunakan uji-t dependen untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan siswa, dengan skor rata-rata pre-test 42,92 dan post-test 98,13, yang mencerminkan peningkatan sebesar 39,14%. Analisis uji-t berpasangan menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Kesimpulan: Program Apocil dan DAGUSIBU secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa.


Keywords


Apoteker Cilik, Anak-anak, Dagusibu, Manajemen Obat, Edukasi Kesehatan.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v8i4.1418-1424
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Andriana, I., & Putri, D. L. P. (2020). Edukasi Apoteker Cilik “ Bersama Apoteker Mengenal Obat Sejak Dini†di MI Negeri3 Jogoroto Jombang. Prosiding SENFIKS (Seminar Nasional Fakultas Ilmu Kesehatan Dan Sains), 1(1), 32–40.

Awaluddin, N., & Awaluddin, A. (2023). Edukasi Siswa melalui Pengenalan Profesi Apoteker pada Program Kelas Inspirasi di SDN Parinring Makassar. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 4(1), 147–156. https://doi.org/10.37680/amalee.v4i1.2502

Dewi, A., Tati, R., Raihan, S., Patta, R., Usman, H., & Makassar, U. N. (2024). Literasi Kesehatan untuk Anak : Implementasi Program Dokter Cilik di Sekolah Dasar. 5(1), 180–187.

Dirgantara, A., Ridwan, R., Azizah, N., Rahayu, I. S., Rahmadani, R., Sulastri, M., Fauziah, N. U., Egi, M., Arisandi, I., Pratama, E., Puspaningtyas, R., Hidayat, A., Masgode, M. B., Purnama, H., Tafakur, A., & Ode, L. (2024). Edukasi Penggunaan dan Penyalahgunaan Obat dengan Metode DAGUSIBU. 07(02), 252–257.

Hidayati, R., Rahmawaty, A., & Caesar, D. L. (2022). Cerdas Mengenal Obat Bersama Apoteker Cilik (Apocil) di SDN 1 Jepang Kudus. Muria Jurnal Layanan Masyarakat, 4(2), 132–136. https://doi.org/10.24176/mjlm.v4i2.8615

Musdar, T. A., Hasmar, W. N., & Ilyas, I. L. (2024). Penyuluhan Makanan dan Obat yang Aman untuk Anak di KB-TK Alam Insan Kamil. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 2(3).

Syafitri, S., Nurkhalika, R., Nurhaliza, S., & Larasati, S. A. (2023). Pengenalan Apoteker Cilik (Apocil) Siswa Sdn 17 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 6(2), 148–155.

Ulfa, A. M., Sunowo, J., Muliyanti, R., Putri, R. A., & Liani, R. (2024). Pengaruh Edukasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang) Sediaan Obat Sirup Anak Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Di Langkapura Bandar Lampung. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 7(2), 249–257.

Yusransyah, Y., Stiani, S. N., & Zahroh, S. L. (2021). Pengabdian Masyarakat Tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang) Obat Dengan Benar Di Smk Ikpi Labuan Pandeglang. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 1(1), 22–31. https://doi.org/10.33759/asta.v1i1.95


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.