(2) Juwita Lestari
(3) Nafisa Lintang Safitri
*corresponding author
AbstractPendidikan mengenai risiko jatuh pada lansia merupakan hal yang krusial, terutama seiring bertambahnya usia. Kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan dan sensitivitas tubuh dapat menurun, meningkatkan rentan terhadap cedera serius. Edukasi menjadi sangat penting dalam mencegah kejadian ini dan mendorong kesadaran lansia terhadap aktivitas fisik mereka. Materi edukasi mencakup informasi tentang risiko jatuh dan strategi pencegahannya, dengan partisipasi aktif dari 22 peserta lansia yang menunjukkan antusiasme besar. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka akan risiko ini serta langkah-langkah yang dapat diambil. Jatuh merupakan masalah umum pada populasi lanjut usia, dengan kontribusi signifikan terhadap kecacatan dan kematian. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap setelah edukasi, menyoroti perlunya dukungan berkelanjutan untuk mendorong keselamatan lansia dalam beraktivitas sehari-hari dan memperhatikan faktor lingkungan seperti keamanan lantai dan alat bantu berjalan. KeywordsPendidikan, risiko jatuh, lansia, pencegahan.
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v7i7.2806-2810 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Astriyana, S., & Wahyuni, S. (2012). Pengaruh Latihan Keseimbangan Terhadap Penurunan Risiko Jatuh Pada Lansia (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Ahmad Kholid, 2012, Promosi Kesehatan, Jakarta : Rajawali Pers.
Adliah, F., Rini, I., Aulia, N. T., & Rahman, A. D. N. (2022). Edukasi, Deteksi Risiko Jatuh, dan Latihan Keseimbangan pada Lansia di Kabupaten Takalar. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 6(4), 835-842.
Deasy Virka Sari, S.Fis, M.Fis – Dosen S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang
Darniji, Boedhi R. 2004. Buku Ajar: Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi 3. Jakarta :FKUI
Nugroho, T. (2012). Obsgyn : Obstetri dan ginekologi. Yogyakarta : Nuha Medika
Rudi, A., & Setyanto, R. B. (2019). Analisis faktor yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan, 5(2), 162-166.
Sabatini, S. N., Kusuma, H. E., & Tambunan, L. (2015). Faktor eksternal risiko jatuh lansia: studi empiris. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI, 1, 30-31.
Saraswati, R., Fasya, Z. A., & Santoso, E. B. (2022). Balance Exercise Menurunkan Risiko Jatuh Pada Lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 18(1), 42-47.
Satndley, M., & Beare, P. G.2006 Buku Ajar Keperawatan Gerontik.Jakarta: EGC
Sari, Y. S., & Sugiyanto, S. (2015). Hubungan Tingkat Kemandirian Aktivitas Sehari-Hari dengan Risiko Jatuh Pada Lansia di PSTW Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul Yogyakarta (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
Nurkuncoro, I. D., & Suratini, S. (2015). Pengaruh Latihan Keseimbangan Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budhi Luhur Kasongan Bantul (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).
Supriyono, E. (2015). Aktifitas Fisik Keseimbangan Guna Mengurangiresiko Jatuh pada Lansia. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 11(2).
Sambudi, R. (2021). Mengurangi Risiko Jatuh pada Lanjut Usia dengan Latihan Keseimbangan. Nommensen Journal of Medicine, 7(1), 12-15.
Sativani, Z. (2019). Latihan keseimbangan dan stimulasi somatosensoris meningkatkan keseimbangan statis pada penderita diabetes neuropati. Quality: Jurnal Kesehatan, 13(1), 36-41.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download