(2) Fajar Ladung
(3) * Arfianty Arfianty
*corresponding author
AbstractHilirasi dalam pengelolaan biji kopi merujuk pada tahapan proses setelah panen hingga produk akhir siap dikonsumsi. Proses ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pemrosesan, penggilingan, pengolahan, dan distribusi biji kopi. Nilai produk dapat ditambahkan melalui proses transformasi. Dalam konteks biji kopi, hilirasi melibatkan pemrosesan biji dari bentuk mentah menjadi produk akhir yang dapat dikonsumsi. Proses ini meningkatkan nilai produk dan dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar. Pasokan Kopi kelas cafe yang ada di kota Parepare didapatkan oleh pelaku usaha di bidang kopi dari luar daerah seperti Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tator, Kabupaten Pinrang dan yang terdekat dari Kota Parepare. Petani kopi yang ada di Kota Parepare terutama di daerah Seajatappareng yang menjadi lokasi pengabdian yang mengelolah biji kopi menjadi bahan yang siap pakai untuk kebutuhan caffe di kota Parepare. Proses ini dilakukan untuk menghasilkan biji kopi yang memiliki cita rasa yang diinginkan. UMKM POLETANA biasanya memiliki metode dan tingkat pemanggangan yang berbeda-beda untuk menghasilkan berbagai varian rasa kopi. Fokus pada pengembangan citra merek yang kuat untuk menarik perhatian pelanggan. Mulai dari logo yang menarik, kemasan produk yang menarik, dan pesan merek yang konsisten, serta Manfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter untuk mempromosikan produk KeywordsPemberdayaan UMKM, Hilirisasi, Industri Kopi
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v7i7.2665-2671 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anwar, M., & Haris, M. (2021). Quality Control in Coffee Production: Implications for Coffee Aroma and Flavor. Journal of Coffee Research, 15(3), 123-135.
Dwivedi, Y.K., Kapoor, K.K., & Chen, H. (2020). "Social Media Marketing and Advertising." International Journal of Information Management, 50, 144-165.
Fatkurrohim, O., Hanani, N., & Syafrial. (2022). "The Impact of Input and Output Prices on Indonesian Coffee Production and Trade Performance". Habitat, 33(1), 33-43. (Directory of Open Access Journals – DOAJ).
Fitriani, Arifin, B., & Ismono, H. (2021). "Indonesian coffee exports and its relation to global market integration". Journal of Socioeconomics and Development, 4(1), 120-133.
Iskandar, D., Rahmawati, I., & Pratama, Y. (2021). "Dinamika Industri Kopi di Indonesia dan Tantangan di Masa Depan". Jurnal Agroindustri, 10(1), 33-45.
Ladung, F., Rosadi, I., Arfianty, A., & Sahrul, S. (2024). Pelatihan Dan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Menentukan Harga Pokok Dan Harga Jual Sapi Pada Masyarakat Desa Cemba Kab. Enrekang. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 1334-1341.
Septiyana, L., Sutopo, W., & Kurniawan, R. (2022). "Hilirisasi Industri Kopi: Strategi Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani". Jurnal Teknologi Pertanian, 18(2), 215-228.
Tampubolon, J. (2023). "Food and agricultural sector in Indonesia’s economic growth during COVID-19 pandemic: an ARDL approach". Agricultural and Resource Economics, 9(2), 223-244. (Agri Econ Studies).
Wulandari, S., & Setiawan, A. (2023). Roasting Techniques and Their Influence on Coffee Flavor Profile. International Journal of Coffee Science, 19(1), 45-58.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download