KRIPIK REBUNG MENJADI PRODUK IDAMAN KONSUMEN YANG BERNILAI JUAL

(1) * Arini Saputri S Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
(2) Nuraini Nuraini Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
(3) Ananda Zhalzhabilah H Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
(4) Iin Hardianti Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
(5) Ananda Pratiwi Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
(6) Oki Anggara Mail (Universitas Muhammadiyah Palopo, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Dalam artikel ini, kami akan membahas inovasi makanan lokal yang kaya akan cita rasa dan tradisi, kripik rebung masamba. Kripik bambu, atau kripik rebung, telah menjadi bagian penting dari warisan budaya indonesia, dan masamba, di sulawesi selatan, menawarkan variasi unik dari hidangan ini. Ini adalah artikel tentang proses produksi kripik rebung masamba, yang merupakan makana lokal yang dibuat dari rebung bambu pilihan yang ditemukan di daerah tersebut. Proses ini dimulai dengan pemilihan rebung dan pengolahan yang teliti untuk menghasilkan rasa yang unik dan kenikmatan yang tak terlupakan. Selain itu, nilai-nilai budaya dan tradisional yang terkandung dalam kripik rebung masamba dibahas dalam artikel ini. Melibatkan masyarakat lokal di setiap fase pembuatan, mulai dari petani rebung hingga pengrajin kripik, menjaga budaya lokal dan menguntungkan ekonomi lokal. Karena bahan baku yang digunakan berasal dari rebung bambu yang tumbuh secara alami, kripik rebung masamba menunjukkan nilai keberlanjutan lingkungan. Kripik ini adalah contoh nyata produk kuliner yang mendukung pembangunan berkelanjutan berkat proses produksi yang ramah lingkungan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendapatkan wawasan lebih dalam tentang keanekaragaman makanan indonesia dan untuk mengapresiasi upaya untuk melestarikanwarisan budaya melalui inovasi makanan. Kuliner lokal dapat menjadi daya tarik wisata, mempromosikan kekayaan alam, dan mendukung pengenbangan ekonomi, seperti yang ditunjukkan oleh kripik rebung masamba

Keywords


Rebung bambu,Kripik,Wirausaha,Masamba

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jpm.v7i3.762-767
      

Article metrics

Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Asmanang, La Ode, Herman, Faris Tawakal, Indra, Fahrul Puadji, Eka Setianingsi, and Hastuti8) Azhar EDQ7). 2018. “Pengabdian Integritas : Jurnal Pengabdian.†Pengabdian 2 (1): 1–11.

Padarincang, Kecamatan, and Kabupaten Serang. 2023. “Pendampingan Umkm Mandiri Keripik Rebung Dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Kramat Laban Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang,†286–92.

Putra, I Nengah Kencana. 2009. “EFEKTIFITAS BERBAGAI CARA PEMASAKAN TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN ASAM SIANIDA BERBAGAI JENIS REBUNG BAMBU I Nengah Kencana Putra.†Agrotekno 15 (2): 40–42. http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/.

Putra Jaya, Adisa. 2021. “Arah Pengembangan Bambu Di Kabupaten Ngada: Tinjauan Literatur.†Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 18 (2): 79–89. https://doi.org/10.20886/jakk.2021.18.2.79-89.

Rahmawati, Annisa Adelia Nur. 2021. “BIOFARM Jurnal Ilmiah Pertanian Bamboo Shoots as an Alternative to Phytohormones in Promoting Shoots Growth, on Dorman Seeds.†Jurnal Ilmiah Pertanian 17 (1).

Tinggi, Sekolah, Ilmu Agama, Islam Miftahul, and Ulum Lumajang. n.d. “MANAJEMEN USAHA KECIL DI DESA KUDUS LUMAJANG†2: 226–35.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.