(2) Sarlina Palimbong
(3) Ruth Meike Jayanti
(4) Eirene Putri Cahyani Laia
(5) Dikky Bayu Setyawan
(6) Aldi Verry Pardamean Damanik
(7) Lita Wahyu Rikawati
(8) Marselinus Teduh Pameling
(9) Lasmono Tri Sunaryanto
(10) Maureen Threessa Joanske
*corresponding author
AbstractDesa Cukilan di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium) menjadi komoditas andalan desa. Ada 11 warga desa Cukilan yang berkomitmen membentuk kelompok usaha terpadu untuk mengolah kimpul menjadi produk bernilai jual tinggi, melakukan pemasaran, dan mengembangkan kebun kimpul sebagai penyedia bahan baku. Cita-cita mereka terkendala minimnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, pengusul dan mitra calon usahawan hendak: 1) Meningkatkan penerapan ipteks oleh mitra untuk menciptakan variasi olahan kimpul serta memasarkannya secara luas, 2) Meningkatkan penerapan ipteks dan wawasan lingkungan oleh petani dalam mengelola kebun kimpul, dan 3) Menerapkan manajemen usaha hulu-hilir kimpul yang terpadu dan kolaboratif antar anggota usaha pengolahan kimpul, anggota pemasaran, dan petani. Terdapat tiga fokus kegiatan yaitu: a) Pelatihan dan pendampingan anggota untuk menciptakan dan memasarkan tepung dan snack kimpul yang berkualitas, higienis, dan menarik, b) Pelatihan dan pendampingan petani untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kebun kimpul, dan c) Pendampingan manajemen usaha terpadu. Selama kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung, telah dihasilkan produk berupa tepung kimpul Cukilandz dan beberapa olahannya, pembibitan kimpul, akun pemasaran online, keikutsertaan dalam ekspo/pameran pangan maupun pertanian, penjualan tepung kimpul, serta sinergi antara pengusaha olahan, pemasar, dan petani. Kemampuan dan ketrampilan mitra pun bertambah baik dari aspek pengolahan hasil kimpul, pemasaran, maupun pengelolaan kebun. |
DOIhttps://doi.org/10.31604/jpm.v7i3.910-918 |
Article metricsAbstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anggarwulan, E., Mudyantini, W., & Nilawati, Y. (2016). PERTUMBUHAN TIGA JENIS KIMPUL (Xanthosoma spp.) P PADA KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA. Agric, 27(1). https://doi.org/10.24246/agric.2015.v27.i1.p44-49
ENDANG ANGGARWULAN, SOLICHATUN, W. M. (2008). Karakter Fisiologi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) pada Variasi Naungan dan Ketersediaan Air. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity, 9(September).
Hadiyanti, N., Probojati, R. T., & Saputra, R. E. (2021). Aplikasi Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Bawang Merah dalam Sistem Pertanian Organik. JATIMAS : Jurnal Pertanian Dan Pengabdian Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.30737/jatimas.v1i2.2096
Hendarto, D. R., & Banjarnahor, D. R. V. (2021). PENGARUH METODE FERMENTASI DAN PENAMBAHAN URINE KELINCI TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 10(2). https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10i2.139-146
Nanda, G. W., Oktarina, O., & Murtiyaningsih, H. (2022). Efektifitas Pestisida Nabati Ekstrak Daun Pepaya Dan Kenikir Terhadap Intensitas Serangan Ulat Grayak (Spodoptera litura)vDan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). National Multidisciplinary Sciences, 1(2). https://doi.org/10.32528/nms.v1i2.73
Natanael, J., & Banjarnahor, D. R. V. (2021). PERTUMBUHAN, HASIL PANEN & KANDUNGAN VITAMIN C TANAMAN KALE (Brassica oleracea var. Acephala) ORGANIK PADA BEBERAPA PERLAKUAN CAMPURAN KOMPOS CAIR BERBAHAN UTAMA URIN KELINCI, SUSU SAPI SEGAR, DAN TELUR AYAM KAMPUNG. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(2). https://doi.org/10.25181/jppt.v21i2.2094
Ridhwan, M., & Isharyanto. (2016). Potensi Kemangi sebagai Pestisida Nabati. Jurnal Serambi Saintia, 4(1).
Vandalisna, V., Mulyono, S., & Putra, B. (2021). PENERAPAN TEKNOLOGI PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA UNTUK PENGENDALIAN HAMA TERUNG. Jurnal Agrisistem, 17(1). https://doi.org/10.52625/j-agr.v17i1.194
Wada, E., Feyissa, T., & Tesfaye, K. (2019). Proximate, mineral and antinutrient contents of cocoyam (xanthosoma sagittifolium (l.) schott) from Ethiopia. International Journal of Food Science, 2019. https://doi.org/10.1155/2019/8965476
Wada, E., Feyissa, T., Tesfaye, K., Asfaw, Z., & Potter, D. (2021). Genetic diversity of Ethiopian cocoyam (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) accessions as revealed by morphological traits and SSR markers. PLoS ONE, 16(1 January). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245120
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






Download