DETEKSI PENCEMARAN AIR DANAU TALANG DAN DANAU TAMBAU NAGARI KAMPUNG BATU DALAM KECAMATAN DANAU KEMBAR KABUPATEN SOLOK SECARA SEDERHANA

(1) * Yusni Atifah Mail (Universitas Negeri Padang, Indonesia)
(2) Afifatul Achyar Mail (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Padang Indonesia, Indonesia)
(3) Gilang Amanda Mail (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Padang Indonesia, Indonesia)
(4) Hafizh Alza Afra Mail (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Padang Indonesia, Indonesia)
(5) Threo Wanda Marten Mail (Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Padang Indonesia, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Danau Tambau dan Danau Talang merupakan danau yang berada di Jorong Air Tawa Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok. Kedua danau ini dikelola oleh masyarakat setempat dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Begitu pentingnya kedua danau ini bagi masyarakat sekitar, maka penting dilakukan konservasi dan perlindungan agar kualitas danau ini tetap terjaga. Sebagai upaya awal dalam langkah konservasi maka perlu dilakukan deteksi awal terjadinya pencemaran. Deteksi pencemaran secara sederhana penting untuk dilakukan oleh masyarakat dalam mendeteksi adanya pencemaran sedini mungkin sebagai langkah preventif dalam konservasi perairan. Metode yang digunakan adalah observasi dan eksperimen. Prosedur deteksi pencemaran dilakukan melalui tiga jenis analisis secara fisika, biologi dan kimia sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air danau tambau terindikasi mengalami pencemaran melalui uji fisika, kimia dan biologi sederhana sehingga air danau tambau tidak bisa digunakan sebagai sumber air minum. Air danau talang dan kontrol menunjukkan hasil yang relatif sama dengan kualitas air yang cukup baik dan belum terindikasi adanya pencemaran.


Keywords


Danau Talang, Danau Tambau, Deteksi, Pencemaran Air

   

DOI

https://doi.org/10.31604/eksakta.v8i1.105-111
      

Article metrics

10.31604/eksakta.v8i1.105-111 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Chapman, D. 2000. Water Quality Assesment. E & FN Spon. London. Clark, J.R. 1977. Coastal Ecosystem Management. John Wiley and Sons. New York.

Diersing, Nancy (2009). "Water Quality: Frequently Asked Questions." Florida Brooks National Marine Sanctuary, Key West, FL.

Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit : Kanisius. Yogyakarta

Mandia. S, Netti. M, Putra. S. 2013. Analisis Histologis Ginjal Ikan Asang (Osteochilus hasseltii) di Danau Maninjau dan Singkarak, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 2(3): 194- 200 hlm

Idrus, S W. 2015. Analisis Pencemaran Air Menggunakan Metode Sederhana Pada Sungai Jangkuk, Kekalik Dan Sekarbela Kota Mataram. J. Pijar MIPA, 10 (1), 37-42 .

Nur Hidayati. (2006). “Pemanfaatan Karbon Aktif Kayu Sengon Putih sebagai Absorben Fe dan Mn dalam Air Sumurâ€. Skripsi. Yogyakarta: FMIPA UNY

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum


Refbacks

  • There are currently no refbacks.