*corresponding author
AbstractKegiatan praktikum biokimia umumnya masih bergantung pada reagen sintetis yang menghasilkan limbah laboratorium berbahaya, sementara pendekatan zero-waste green chemistry menawarkan alternatif dengan meminimalkan limbah berbahaya serta memanfaatkan bahan terbarukan yang ramah lingkungan. Daerah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara, memiliki kekayaan hayati lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, seperti andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) dan gambir (Uncaria gambir), yang mengandung senyawa antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penuntun praktikum biokimia berbasis zero-waste green chemistry menggunakan bahan pengawet alami lokal, serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penuntun praktikum dikembangkan untuk mencakup percobaan uji pengawetan protein dan karbohidrat, skrining fitokimia bahan pengawet alami lokal, serta uji aktivitas antimikroba, yang seluruhnya dirancang untuk meminimalkan limbah kimia berbahaya. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji coba lapangan melibatkan mahasiswa biokimia sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons mahasiswa, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuntun praktikum yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis digunakan, mendapat respons positif dari mahasiswa, serta terbukti efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep biokimia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi kekayaan hayati lokal ke dalam penuntun praktikum berbasis zero-waste green chemistry dapat menjadi alternatif pembelajaran laboratorium biokimia yang kontekstual dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses terhadap reagen kimia konvensional.
Keywordszero-waste, green chemistry, penuntun praktikum biokimia, pengawet alami, kearifan lokal
|
DOIhttps://doi.org/10.31604/eksakta.v10i2.152-159 |
Article metrics10.31604/eksakta.v10i2.152-159 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amdayani, S. (2021). Validitas dan praktikalitas penuntun praktikum kimia berbasis green chemistry untuk semester genap kelas X IPA SMA. School Education Journal, 11(2), 124–133. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v11i2.26177
Anastas, P. T., & Warner, J. C. (1998). Green chemistry: Theory and practice. Oxford University Press.
Asbur, Y. (2018). Pemanfaatan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) sebagai tanaman penghasil minyak atsiri. Kultivasi, 17(1), 543–548.
Fajriati, P., Yusbarina, Y., Fatisa, Y., & Utami, L. (2023). Inovasi penuntun praktikum berbasis green chemistry pada materi elektrokimia. Journal of Chemistry Education and Integration, 3(1), 36–47.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Tensiska, Wijaya, C. H., & Andarwulan, N. (2003). Aktivitas antioksidan buah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) dalam beberapa sistem pangan dan fraksinasi komponen aktifnya. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 14(2), 90–98.
Tumangger, A., Julianti, E., & Nurminah, M. (2017). Pemanfaatan ekstrak daun gambir (Uncaria gambir) sebagai pengawet alami tahu. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 5(4), 750–756.
Yuniar, S. A., Zammi, M., & Suryandari, E. T. (2019). Pengembangan petunjuk praktikum berbasis green chemistry pada materi stoikiometri kelas X di SMAN 7 Semarang. Journal of Educational Chemistry, 1(2), 51–61. https://doi.org/10.21580/jec.2019.1.2.4235
Refbacks
- There are currently no refbacks.






Download