PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum)

(1) * Muammar Zhafar Aziz Mail (Universitas Diponegoro, Indonesia)
(2) Karno Karno Mail (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro,, Indonesia)
(3) Budi Adi Kristanto Mail (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas naungan berbeda serta interval penyiraman berbeda terhadap produksi dan kandungan minyak atsiri jahe merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – November 2021 di Greenhouse dan analisis parameter pengamatan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan Split Plot dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Petak utama (main plot) adalah intensitas naungan yaitu A1 (tanpa naungan), A2 (naungan 40%) dan A3 (naungan 80%). Anak petak (sub plot) adalah interval penyiraman yaitu B1 (1 hari ), B2 (3 hari ) dan B3 (5 hari ). Bahan yang digunakan adalah tanaman jahe merah umur 6 bulan. Parameter pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar rimpang, luas  daun dan rendemen minyak atsiri. Data dianalisis ragam dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa intensitas naungan berpengaruh terhadap berat kering tajuk. Variasi interval penyiraman hingga 5 hari  menunjukkan perbedaan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar rimpang dan luas  daun. Intensitas naungan dan interval penyiraman tidak berpengaruh terhadap kandungan minyak atsiri jahe merah.

Keywords


Jahe Merah; Kekeringan; Minyak Atsiri

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v8i1.8114
      

Article metrics

10.31604/jap.v8i1.8114 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abdullah, L., D. D. S. Budhie dan A. D. Lubis. 2011. Pengaruh aplikasi urin kambing dan pupuk cair organik komersial terhadap beberapa parameter agronomi pada tanaman pakan Indigofera sp. J. Pastura, 1 (1) : 5-8.

Advinda, L. 2018. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. Deepublish. Yogyakarta.

Amallia, N., Z. A. Mas’ud dan D. Ratnadewi. 2020. Produksi senyawa metabolit sekunder tanaman pegagan (Centella asiatica) pada kondisi cekaman salinitas dan kekeringan. J. Jamu Indonesia, 5 (2) : 68-75.

Atikah., A. Muin dan Fahrizal. 2016. Pertumbuhan tanaman gaharu (Aquilaria spp) dengan pemberian mulsa dan jenis naungan pada tanah ultisol. J. Hutan Lestari, 4 (4) : 580-590.

Buntoro, B. H., R. Rogomulyo dan S. Trisnowati. 2014. Pengaruh takaran pupuk kandang dan intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan hasil temu putih (Curcuma zedoaria L.). J. Vegetalika, 3 (4) : 29-39.

Devy, L dan W. Nawfetrias. 2013. Pertumbuhan, kuantitas dan kualitas rimpang jahe (Zingiber officinale Roscoe) pada cekaman kekeringan di bawah naungan. J. Sains dan Teknologi Indonesia, 14 (3) : 216-220.

Febriyono, R., Y. E. Susilowati dan A. Suprapto. 2017. Peningkatan hasil tanaman kangkung darat (Ipomea reptans, L.) melalui perlakuan jarak tanam dan jumlah tanaman per lubang. J. Ilmu Pertanian dan Subtropika : VIGOR, 2 (1) : 22-27.

Gunawan dan Rohandi, A. 2018. Produktivitas dan kualitas tiga varietas jahe pada berbagai tingkat intensitas cahaya di bawah tegakan tusam. J. Agroforestri Indonesia, 1 (1) : 1-13.

Hapsoh, Y. Hasanah dan E. Julianti. 2010. Budidaya dan Teknologi Pascapanen Jahe. USU Press. Medan.

Keputusan Menteri Pertanian. 2007. Pelepasan Jahe Merah Varietas Jahira 2.

Khoiri, M. 2010. Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan laju fotosintesis tanaman cabe merah (Capsicum annuum L) sebagai salah satu sumber belajar biologi. J. Pendidikan, 1 (2) : 1-8.

Kusnadi dan Tivani. I. 2017. Pengaruh pemberian urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan rimpang dan kandungan minyak atsiri jahe merah. J. Kultivasi, 16 (3) : 444-450.

Lestari, S., Y. Astuti., R. J. Malik dan E. Kardiyanto. 2019. Keragaan pertumbuhan tanaman jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) pada kondisi cekaman kekeringan di provinsi Banten. J. Agroekoteknologi FP USU, 7 (1) : 140-148.

Manurung, H, W. Kustiawan, I. W. Kusuma dan Marjenah. Pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan kadar flavonoid total tumbuhan tabat barito (Ficus deltoidea Jack). J. Hort. Indonesia, 10 (1) : 55-62.

Muis, A., Indradewa, D., dan Widada, J. 2013. Pengaruh inokulasi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merrill) pada berbagai interval penyiraman. J. Vegetalika, 2 (2) : 7-20.

Naomi, A., J. Pertiwi., P. A. Permatasari., S. N. Dini dan A. Saefullah. 2018. Keefektifan spektrum cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata). J. Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika, 4 (2) : 93-102.

Novaldi, Primawiryanti, J. Hardi dan Hardi Ys. 2019. Mikroenkapsulasi ekstrak ampas jahe merah dari hasil pemisah minyak jahe merah. J. Riset Kimia KOVALEN, 5 (1) : 17-23

Nur, Yuspian., A. Cahyotomo., Nanda dan N. Fistoro. 2020. Profil GC-MS senyawa metabolit sekunder dari jahe merah (Zingiber officinale) dengan metode ekstraksi etil asetat, etanol dan destilasi. J. Sains dan Kesehatan, 2 (3) : 198-204.

Nurlianti, N., dan Prihanani, P. 2017. Pengaruh komposisi bahan dasar bokhasi plus dan intensitas naungan terhadap pertumbuhan awal tanaman jahe (Zingiber officinale Roxb. var. Rubra). J. Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 13 (2) : 46-56.

Prasetyo, R. 2014. Pemanfaatan berbagai sumber pupuk kandang sebagai sumber N dalam budidaya cabai merah (Capsicum annum L.) di tanah berpasir. J. Agro Science: Planta Tropika, 2 (2) : 125-132.

Rostiana, O., N. Bermawie dan M. Rahardjo. 2010. Standar Prosedur Operasional Budidaya Jahe. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 12 : 1-13.

Saputri, L., E. D. Hastuti dan R. Budihastuti. 2018. Respon pemberian pupuk urea dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan kandungan minyak atsiri tanaman jahe merah [Zingiber officinale (L.) Rosc var. rubrum]. J. Biologi, 7 (1) : 1-7.

Setianingrum, I., R. I. Kusumawati dan W. Sriyono. 2019. Peningkatan kadar senyawa zingeberen dalam minyak atsiri jahe emprit melalui proses fermentasi. J. Khazanah, 11 (2) : 1-6.

Suharso. 2015. Pengaruh macam konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) dan macam media tanam terhadap pertumbuhan bibit jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum). J. Saintis, 7 (2) :137-152.

Supriyanto dan B. Cahyono. 2012. Perbandingan kandungan minyak atsiri antara jahe segar dan jahe kering. J. Chemical Program, 5 (2) : 81-85.

Wagiono, D. A. Sari., S. A. Miledhiya., I. A. Fitria., K. V. Sidabutar., M. Ikhsan Kamil dan A. G. M. Fadzrin. 2020. Pengarh pemberian kombinasi pupuk organik dan anorganik terhadap keragaan pertumbuhan dan tanaman jahe merah (Zingiber officinale Rubrum). Di kecamatan Majalaya kabupaten Karawang. J. Agrotek Indonesia, 2 (5) : 41-46.

Wahyuni, L., Barus, A., dan Syukri, S. 2013. Respon pertumbuhan jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) terhadap pemberian naungan dan beberapa teknik bertanam. J.Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1 (4) : 1171-1182.

Widyanata, K. A. J., N. N. A. Mayadewi, P. L. Cahyaningrum., M. A. P. Trarintya., N. M. S. Muryani., P. I. Daryaswanti., I. K. Artawan., N. M. D. P. Pendet dan I. G. Y. Putra. 2020. Modul Pelatihan Petani Budidaya Tanaman Obat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana. Jayapangus Press, Denpasar.

Zuhro, F dan D. S. Sukamto. 2018. Pengaruh teknik pemangkasan terhadap produktivitas jahe gajah (Zingiber officinale var. officinale) dengan sistem penanaman bag culture. J. Biologi dan Pembelajaran Biologi, 3 (1) : 22-31.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.