EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS SAYURAN DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN

(1) * Indra Nur Arifin Mail (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Indonesia)
(2) Susilo Budiyanto Mail (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Indonesia)
(3) Endang Dwi Purbajanti Mail (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Kecamatan Getasan berada pada wilayah pegunungan dengan tingkat bahaya erosi yang tinggi. Sistem budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Getasan masih menerapkan pola-pola tradisional, tanpa menerapkan kaedah konservasi tanah yang akan menyebabkan terjadinya erosi dan berdampak pada penurunan kualitas lahan serta penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman sayuran, faktor yang mempengaruhinya, dan cara pengelolaan tanaman sayuran untuk meningkatkan kualitas lahan dan produksi tanaman sayuran di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel tanah di 10 satuan peta lahan yang sebelumnya telah di overlay berdasarkan peta jenis tanah, kelerengan, dan penggunaan lahan. Pengujian sampel tanah berupa retensi hara, sedangkan data temperatur, curah hujan, dan kemiringan lereng diperoleh dari data sekunder. Data-data tersebut kemudian di input kedalam aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL). Hasil evaluasi lahan ditampilkan dalam bentuk peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini menghasilkan kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Kesesuaian lahan aktual komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar adalah kelas N, sedangkan kubis, kentang dan terung masuk kelas S3. Kesesuaian lahan potensial komoditas kubis, kentang dan terung dapat ditingkatkan dari sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2). Faktor-faktor pembatas yang dapat diperbaiki yaitu nilai pH yang rendah dapat diperbaiki dengan penambahan kapur, untuk drainase dapat diperbaiki dengan pembuatan selokan/saluran air, dan penambahan bahan organik, untuk kemiringan lereng perbaikannya dengan terasering, tanaman penutup, penanaman searah kontur sedangkan curah hujan dapat ditanggulangi dengan cara pembuatan parit/saluran air.


Keywords


Kesesuaian Lahan, Kecamatan Getasan, Sayuran, SPKL, ArcGIS

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i4.7893
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i4.7893 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Aditya, A., K. Hendarto., D. Pangaribuan, dan K. F. Hidayat. 2013. Pengaruh Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak dan Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.) di Dataran Tinggi. J. Agrotek Tropika, 1(2): 147-152.

Alibasyah, M. R. 2016. Perubahan Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Ultisol Akibat Pemberian Pupuk Kompos dan Kapur Dolomit pada Lahan Berteras. Jurnal Floratek, 11(1): 75-87.

Anindyasari, D., A. Setiadi, dan T. Ekowati. 2015. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Perah Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Getasan, dan Kecamatan Cepogo. Jurnal Mediagro, 11(2): 22-33.

Ardianto, K dan A. I. Amri. 2017. Pengukuran dan Pendugaan Erosi pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kemiringan Berbeda. Jurnal JOM Faperta, 4(1): 1-15.

Dimitri, F. D. 2017. Analisis dan Evaluasi Saluran Drainase pada Kawasan Perumnas Talang Kelapa di Subdas Lambidari Kota Palembang. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 3(1): 755-765.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang. 2018. Kebijakan Pengelolaan Tutupan Vegetasi. Ungaran Barat, Semarang.

Hapsari ,B., M. Awaluddin, dan B. D. Yuwono. 2014. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Pertanian Berbasis Sistem Informasi Geografis Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Set. Jurnal Geodesi Undip, 3(1): 241-250.

Henny, H., K. Murtilaksono., N. Sinukaban, dan S. D.Tarigan. 2013. Erosi dan Kehilangan Hara pada Pertanaman Kentang dengan beberapa Sistem Guludan pada Andisol di Hulu Das Merao, Kabupaten Kerinci, Jambi. Jurnal Solum. 8(2): 43-52.

Hidayati, N dan T. R. Soeprobowati. 2017. Pertanian ramah lingkungan di daerah tangkapan air danau rawapening. Jurnal Biologi, 14(1): 126-130.

Hilman, Y., Suciantini, dan R. Rosliani. 2019. Adaptasi Tanaman Hortikultura terhadap Perubahan Iklim pada Lahan Kering. Jurnal Litbang Pertanian, 38(1): 55-64.

Karamina, H., W. Fikrinda, dan A. T. Murti. 2017. Kompleksitas pengaruh temperatur dan kelembaban tanah terhadap nilai pH tanah di perkebunan jambu biji varietas kristal (Psidium guajava l.) Bumiaji, Kota Batu. Jurnal Kultivasi, 16(3): 430-434.

Mahfut, T., Afandi., H. Buchari., K. E. S. Manik, dan P. Cahyono. 2015. Kandungan Bahan Kasar dan Sifat Fisik Tanah Ultisol di Lahan Perkebunan Nanas Terbanggi Besar Lampung Tengah. Jurnal Agrotek Tropika, 3(1): 155-159.

Munthe, R. R., P. Marbun, dan P. Marpaung. 2017. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jack.) dan Kelengkeng (Euphoria longan Lamk.) di Kecamatan Na Ix - X Kabupaten Labuhan Batu Utara . Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(1): 144- 151.

Ritung, S., K. Nugroho., A. Mulyani, dan E. Suryani. 2011. Evaluasi Lahan untuk komoditas pertanian. Bogor: Balai Besar Penelitian dn Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Rofik, A., S. Sudarto, dan D. Djajadi. 2019. Analisis dan Evaluasi Sifat Kimia Tanah pada Lahan Tembakau Varietas Kemloko di Sentra Tembakau Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 6(2): 1427-144.

Setyowati dan I. Khomah. 2016. Pengembangan agrobisnis waluh getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Jurnal Semar, 5(1): 23-31.

Siregar, B dan Supriadi. 2017. Analisa Kadar C-Organik dan Perbandingan C/N Tanah di Lahan Tambak Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Warta, 53(1): 1-14.

Sukarman dan A. Dariah. 2015. Tanah Andosol di Indonesia Karakteristik, Potensi, Kendala, Pengelolaannya untuk Pertanian. Bogor. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Waskito., P. Marpaung, dan A. Lubis. 2017. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah, Padi Gogo (Oryza sativa L.), dan Sorgum (Shorgum bicolor) di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Agroekoteknologi, 5(1) : 226- 232.

Sukarman dan A. Dariah. 2015. Tanah Andosol di Indonesia karakteristik, potensi, kendala dan pengelolaannya untuk Pertanian. Bogor. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Widiatmaka., A. Sutandi., A. Iswandi., U. Daras., M. Hikmat, dan A. Krisnohadi. 2014. Establishing land suitability criteria for cashew (Anacardium occidentale L.) in Indonesia. Journal Applied and Environmental Soil Science. 2014:1-14

Yumai, Y., S. Tilaar., V. H. Makarau. 2019. Kajian Pemanfaatan Lahan Permukiman Di Kawasan Perbukitan Kota Manado. Jurnal Spasial, 6(3): 862-871.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.