PENGARUH MEDIA SUBTITUSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE)

(1) * Anwar Puadi Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(2) Sugiarto Sugiarto Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
(3) Ani Lestari Mail (Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk budidaya jamur merang merupakan solusi alternatif sebagai media tumbuh jamur merang. Keberadaan alang-alang yang melimpah dapat dijadikan media subtitusi jamur merang mengingat kualitas jerami padi menurun akibat panen menggunakan mesin. Penggunaan alang-alang sebagai media subtitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi alang-alang yang terbaik bagi jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Pada bulan April sampai Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 6 perlakuan mandiri yaitu A (100% jerami padi), B (90% jerami padi + 10% alang-alang), C (80% jerami padi + 20 % alang-alang), D (70% jerami padi + 30% alang-alang), E (60% jerami padi + 40% alang-alang), F (50% jerami padi + 50% alang +alang) sehingga terdapat 30 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata berbagai komposisi alang-alang terhadap bobot total panen satu periode tanam dan intensitas lama panen satu periode tanam. Perlakuan B (90% jerami padi + 10% alang-alang) memberikan hasil tertinggi pada bobot total panen satu periode tanam (2.06 kg) dan perlakuan D memberikan hasil tertinggi pada intensitas lama panen satu periode tanam (15,80 hari). ABSTRACT Utilizing existing materials in the surrounding environment for straw mushroom cultivation is an alternative solution as a medium for straw mushroom growth. The abundance of reeds can be used as a substitute for straw mushrooms, considering that the quality of rice straw has decreased due to harvesting using machines. The use of reeds as a substitute medium for straw mushrooms in this study aims to determine the best composition of reeds for straw mushrooms..The research was conducted in Pasirmulya Village, Majalaya District, Karawang Regency. From April to May 2022. The research method used was a non-factorial Randomized Block Design (RAK) with 5 replications. There were 6 independent treatments, namely A (100% rice straw), B (90% rice straw + 10% reeds), C (80% rice straw + 20% reeds), D (70% rice straw + 30% reeds), E (60% rice straw + 40% reeds), F (50% rice straw + 50% reeds + reeds) so that there were 30 experimental units. The treatment effect was analyzed using variance and if the F test at 5% level was significant, then continued with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) further test at 5% level to find out the best treatment. The results showed a significant effect on various compositions of reeds on total weight of harvest for one planting period and intensity of harvest time for one planting period. Treatment B (90% rice straw + 10% reeds) gave the highest yield on total harvest weight. one planting period (2.06 kg) and treatment D (70% rice straw + 30% reeds) gave the highest yield on harvesting intensity for one planting period (15.80 days).

Keywords


Straw Mushroom, Rice Straw, Reeds, Majalaya

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i4.7680
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i4.7680 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Agency, N.L. 2013. Rice Straw and Wheat Straw. NL Agency Ministry of Economic Affairs, Netherlands.

Andhoko, A. dan Parjimo. 2007. Budidaya Jamur Kuping, Jamur Tiram, Jamur Merang. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Asanti, V.A. 2019. Pengaruh Suplemen Organik Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Jamur Merang (Volvariella volvaceae). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Kabupaten Karawang Dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Karawang, Karawang.

Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Karawang. 2016. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun 2016. Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Karawang, Karawang.

Gomez, K. A. dan Gomez A. 2010. Prosedur Statistik Untuk Penelitian. Universitas Indonesia, Jakarta.

Gunawan, A. W. 2007. Usaha Pembibitan Jamur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Irawan, B. 2010. Budidaya Jamur Merang. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Bandung.

Kementerian Pertanian. 2018. Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2018. Diakses: http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/StatistikPertanian/2018/Konsumsi/Stati stik_Konsumsi_Pangan_Tahun_2018/files/mobile/index.ht ml#1[29 Januari 2022].

Laksono, R.A., F.M. Bayfurqon., M.B.R. Khamid. 2018. Uji Efektivitas Berbagai Konsentrasi Jenis Nutrisi Alternatif Terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kabupaten Karawang. Jurnal Paspalum. 41(3) : 215-220.

Lestari, A., Nurcahyo W.S., dan Rakim A. 2019. Uji Laju Pertumbuhan Miselia Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Lokasi Purwasari Terhadap Jenis Media Biakan Murni Dan Umur Panen Yang Berbeda. Jurnal Agrotek Indonesia. 4 (1): 44-49.

Maulidina, R., Murdioni, W.E., Nawawi, M. 2015. Pengaruh Umur Bibit dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Produksi Tanaman. 3 (2) : 649-657.

Mayun I. A. 2007. Pertumbuhan Jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada Berbagai Media Tumbuh. Agritrop. 26(3): 124-128.

Mulyani, A., Sukarman, dan A. Hidayat. 2009. Prospek Perluasan Areal Tanam Kedelai di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan. 3(1):27-38.

Oktarina, I Umarie, dan L.A. Shiddieqy. 2011. Penggunaan Beberapa Macam Limbah Tumbuhan Sebagai Media Tumbuh Jamur Merang (Volvariella volvaceae). Jurnal Agritech. 13 (1) : 67-85.

Purnaning, A. S. 2010. Pemanfaatan Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) sebagai Substrat Selulosa dalam Produksi Bioetanol. Sekolah Ilmu dan Teknologi. Media Pustaka, Jakarta.

Puspitasari, P., Riza L., dan Mukarlina. 2013. Pertumbuhan Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis L.) dengan Pemberian Kompos Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv) pada Tanah Gambut. Protobiont. 2 (2): 44-48.

Rakyat Merdeka. 2020. Budidaya Jamur Punya Potensi Ekspor Tinggi, Permintaan Terus Meningkat. Diakses: https://rmco.id/baca-berita/government-action/42160/budidaya- jamur-punya-potensi-ekspor-tinggi-permintaan-terus-meningkat[11 Januari 2022].

Riduwan, M. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada Berbagai Sistem Penebaran Bibit dan Ketebalan Media. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

Sinaga, M. 2001. Jamur merang dan budidaya. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sinar Tani. 2019. Naik Turunnya Usaha Budidaya Jamur Merang Subang. Diakses: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-usaha/8059- Naik- Turunnya- Usaha Budidaya-Jamur-Merang-Subang[18 Januari 2022].

Subada, M. 2014. Pengaruh Konsentrasi Tepung Tongkol Jagung Dan Lama Pengomposan Media Tumbuh F3 Terhadap Pertumbuhan Jamur Kuping (Auricularia polytricha). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Sugianto, A., dan Srihardyatutie, A. 2012. Pengujian Bibit Jamur Tiram Putih Yang Dibuat Dengan Metode Tanam Eksplan Langsung (TEL) dan Biakan Murni Miselium (BMM). Jurnal Penelitian Al-Buhuts Universitas Islam. 36-48.

Sutiya, Budi, Wiwin T.I, Adi R., dan Sunardi. 2012. Kandungan Kimia dan Sifat Serat Alang- Alang (Imperata Cylindrica) sebagai Gambaran Bahan Baku Pulp dan Kertas. Bioscientiae. 9 (1): 8-19.

Suwarno, F. C. dan Indri Hapsari. 2008. Studi Alternatif Substrat Kertas untuk Pengujian Viabilitas Benih dengan Metode Uji UKDdp. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Syukron. 2000. Pengaruh Perlakuan Pupuk Hijau Terhadap Pertumbuhan Bibit Setek Cabang Buah Tanaman Lada (Piper nigrum L.). Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tridjaja,I.N.K. 2005. Strategi Pemasaran dan Standarisasi Prodak Jamur Pangan Indonesia Menghadapi Perdagangan Global. Makalah Forum Diskusi Pengembangan Produk dan Industri Jamur Pangan di Indonesia. BPPT, Jakarta.

Widyastuti dan Sunardi. 2009. Karakteristik Karbon Aktif dari Alang-Alang (Imperata) yang Dibuat dengan Cara Kimia. Fakultas Teknik Universitas Setia Budi, Mojosongo.

Zuyasna., M. Nasution., D. Fitriani. 2011. Pertumbuhan dan Hasil Jamur Merang Akibat Perbedaan Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Super a- 1. Jurnal Floratek. 6:92-103.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.