POTENSI AGRONOMIS GANDUM (TRITICUM AESTIVUM L.) DI DATARAN TINGGI ALAHAN PANJANG SUMATERA BARAT

(1) Muhammad Nizar Hanafiah Nasution Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(2) * Yusnita Wahyuni Silitonga Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(3) Auzar Syarif Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
(4) Irawati Irawati Mail (Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Tanaman gandum banyak mengandung karbohidrat. Faktor ekologis adalah salah satu kendala pengembangan gandum di Indonesia karena asal dari subtropis. Penelitian ini bertujuan membandingkan pertumbuhan gandum dengan beberapa galur dan produksinya didaerah tropis. Eksperimen adalah metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan galur dan tiga kelompok. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi di Alahan Panjang adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Alahan Panjang semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Alahan Panjang galur yang paling adaptif yaitu  MUNAL#1.

Keywords


Galur Gandum, Dataran Tinggi, Adaptif

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i2.7472
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i2.7472 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Ibnusina, F. 2013. Pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar gandum (Triticum aestivum L.) di alahan panjang kabupaten Solok.Tesis. Padang. Universitas Andalas. 59 h.

Johannes, E.X., Rogi, S. J. Frans. 2011. Pendugaan potensi produksi gandum (Triticum aestivum L) di Sulawesi Utara dengan menggunakan perangkat lunak shierary wheat versi 2.0. Jurnal Eugenia. Vol. 17 (1) : 60 - 70.

Marta, N. 2013. Pengaruh jarak tanam dan jumlah benih per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan produksi Gandum (Triticum aestivum L.) Varietas Dewata di Alahan Panjang Kabupaten Solok.Tesis. Padang. Universitas Andalas. 69 h.

Novrika,D. C.Herison. Fahrurrozi. 2016. Korelasi antar komponen pertumbuhan vegetatif dan generatif dengan hasil pada delapan belas gentipe gandum di dataran tinggi. Jurnal Akta Agrosia Vol 19 (2) : 93-103.

Nur, A. Trikoesoemaningtyas, N. Khumaida, dan S. Sujiprihat. 2010. Phenologi pertumbuhan dan produksi gandum pada lingkungan tropika basah.hlm 188-198. Prosiding Pekan Serealia Nasional. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Nur,A. Trikoesoemaningtyas, N. Khumaida dan S.Yahya. 2012. Evaluasi dan keragaman genetik 12 galur gandum introduksi di lingkungan tropik basah. Jurnal Agrivigor Vol. 11(2) : 230-243.

Pratomo, H. B. 2013. Impor besar karena orang indonesia hobi makan mie instan dan roti. (http://m.merdeka.com/uang/impor-besar-karena-orang indonesia-hobi-makan-mie-instan-dan-roti.html [diakses 17 Mei 2014].

Rachmadhani,S. Damanhuri. L. Soetope. 2017.Uji daya hasil 18 genotip gandum (Triticum aestivum L) di dataran rendah. Jurnal Produksi Tanaman Vol. 5 (8) : 1316 -1320.

Simboh, F.W. 2012. Pertanaman gandum dan peluang agribisnis. (www. http: // cybex. deptan. go. id. [diakses 9 Juni 2014].

Suriani, A. Ala, M.F.Bdr. 2014. Uji adaptasi beberapa genotipe gandum (Triticum aestivum pada dataran rendah.Jurnal sains dan teknologi. Vol. 12(3) : 269-276.

Wahyu,Y. A.P. Samosir. S.G. Budiarti. 2013. Adaptabilitas genotipe gandum introduksi di dataran rendah. Jurnal Bul. Agrohorti. Vol. 1(1):1-6.

Wardani,S. D.Wirnas. Y.Wahyu. 2015. Seleksi Segregan Gandum (Triticum aestivum L) Pada dataran tinggi. Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 (1) : 45-51.

Wicaksosno,F.Y. A.W.Irwan. A.Wahyudin. L.W.Setianingrum. 2015. Pertumbuhan dan hasil gandum yang diberi asam salisilat dan kalsium klorida dengan selang waktu yang berbeda di dataran medium Jatinangor.Jurnal Kultivasi Vol. 14 (2) : 29-35.

Wirawan, D. Rosmayati dan L. Agustina. 2013. Uji potensi produksi beberapa galur/varietas gandum (Triticum aestivum L.) di dataran tinggi Karo. Medan. Jurnal Online Agroekoteknologi. Vol. 1 (2) : 1 -15.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.