VIABILITAS TRICHODERMA SP. PADA ENKAPSULASI BENIH SELADA DALAM BEBERAPA MASA PENYIMPANAN

(1) * Sarah Hikmah Marieska Mail (Universitas Pembangunan Nasional "veteran" Jawa Timur, Indonesia)
(2) Sri Wiyatiningsih Mail (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
(3) Herry Nirwanto Mail (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Trichoderma sp. diketahui memiliki spektrum pengendalian yang luas, serta memiliki sifat antagonistik yang kuat dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen. Enkapsulasi benih merupakan teknik pelapisan benih yang dapat diterapkan untuk spora jamur dan sel bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahan pembawa yang paling baik dalam meningkatkan kemampuan antagonis jamur Trichoderma sp. melalui beberapa masa penyimpanan. Hasil pengujian in vitro berdasarkan pengukuran diameter koloni menunjukkan bahwa Trichoderma sp. pada semua perlakuan enkapsulasi yang diujikan rata-rata memiliki viabilitas yang tinggi. Berdasarkan pengamatan jumlah spora, terdapat pengaruh yang berbeda nyata pada tiap perlakuan. Kerapatan spora tertinggi terdapat pada perlakuan bahan pembawa biochar dengan penyimpanan 4 minggu dan 8 minggu. Sementara kerapatan spora terkecil terdapat pada perlakuan bahan pembawa kaolin dengan lama penyimpanan 12 dan bahan pembawa talc dengan lama penyimpana 0 minggu. Dengan demikian, penggunaan bahan pembawa biochar mampu menambah viabilitas Trichoderma sp. hingga waktu penyimpanan 8 minggu.


Keywords


Enkapsulasi benih; Selada; Trichoderma sp.

   

DOI

https://doi.org/10.31604/jap.v7i3.7012
      

Article metrics

10.31604/jap.v7i3.7012 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adriany, T. A., Mumpuni, A., Putranto, U. D., & Nurrobifahmi. (2012). Viabilitas Trichoderma harzianum pada Beberapa Bahan Pembawa dan Lama Waktu Penyimpanan yang Berbeda. Prosiding Seminar Dan Pameran Aplikasi Teknologi Isotop Dan Radiasi, 211–220.

Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman. (2014). Metode Perhitungan Jumlah Spora Jamur (6 Februari 2014).

Jaiswal, A. K., Elad, Y., Cytryn, E., Graber, E. R., & Frenkel, O. (2018). Activating biochar by manipulating the bacterial and fungal microbiome through pre-conditioning. New Phytologist, 219(1), 363–377.

Kamila, Cut Intan; Chamzurni, Tjut; Sriwati, R. (2017). Pengujian Pelet Berbahan Aktif Trichoderma virens Dalam Menekan Pertumbuhan Jamur Akar Putih (JAP) Secara in-vitro. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 2(1), 49–58.

Muter, O., Grantina-Ievina, L., Makarenkova, G., Vecstaudza, D., Strikauska, S., Selga, T., Kasparinskis, R., Stelmahere, S., & Steiner, C. (2017). Effect of biochar and Trichoderma application on fungal diversity and growth of Zea mays in a sandy loam soil. Environ. Exper. Biol, 15, 289–296.

R, M., Rusmini, & J, P. (2013). Antagonisme Trichoderma sp. terhadap Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Bawang Merah Secara In-vitro. E-Journal Agrotekbis, 1(2), 140–144.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.